Hadiri Dialog PMII Gowa, Sesdep Pengembangan Kemenpora: Budaya Hoaks Sudah Beredar Dimana-mana

Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, Amar Ahmad menilai budaya hoaks sudah beredar dimana-mana. Oleh sebab itu, ia meminta pemuda agar rajin membaca berita yang sesuai realita.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam dialog dalam rangka menyambut tahun baru 2019 yang diadakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI) Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan melaksanakan di Gedung Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Selasa (8/1/2019).

Amar juga mengingatkan kepada seluruh peserta pentingnya membaca. Namun, kata dia, lebih penting lagi membaca berita-berita yang sesuai dengan realita agar bisa menangkal informasi hoaks.

“Karena sumber kebohongan terbesar di era milenial ini adalah penyebaran berita yang tidak valid demi kepentingan individu maupun golongan. Budaya hoaks sudah beredar dimana-mana. Disitulah pentingnya membaca berita yang benar,” urainya.

Amar menambahkan bahwa di era milenial ini juga, harus tetap menunjukkan spirit kepemudaan, jangan hanya asal teriak tanpa makna.

“Seorang Bung Karno mampu mengguncangkan dunia hanya dengan teriakannya, begitupula pidatoBung Tomo mampu menumbuhkan spirit kemerdekaan kepada pemuda surabaya waktu itu. Pemuda hari ini butuh spirit seperti itu. Sekarang berperan bukan melawan penjajah tapi melawan cyber crime. Disinilah potensi millenial harus dioptimalkan. Jangan hanya menjadi pendengar setia tapi jadilah penggerak perubahan yang berperadaban, komitmen dan konsisten,” tutup Amar.

Sementara itu, Muh. Rezky selaku Ketua Umum PC PMII Gowa menilai era milenial adalah tantangan terberat bagi pemuda. Oleh sebab itu ia meminta pemuda untuk membekali diri menghadapi tantangan zaman tersebut.

“Memasuki tahun 2019 ini, perlu ada terobosan dan perhatian kepada pemuda dalam menghadapi Tantangan zaman. Era globalisasi atau era millenial adalah tantangan terberat bagi pemuda,” ucapnya.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kemahasiswaan UIM, Abd. Rahim Mas. P. Sanjata. Pada kesmeptan itu, ia mengingatkan pentingnya perhatian dalam berlembaga agar bisa bermanfaat.

“Ada 3 hal yang harus dimiliki lembaga untuk tetap eksis dan bertahan, yaitu Dimensi Identitas menyangkut Jati diri dan pandangan, Dimensi Realitas menyangkut kemashlahatan, dan dimensi fleksibilitas menyangkut konsistensi,” katanya.

Acara ini turut dihadiri oleh komisariat PMII Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Komisariat Universitas Islam Makassar.