Sikap Narsis Bisa Berbahaya Kata Peneliti Psikologi Sosial

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Makassar — Berkembangnya dunia ke arah digitalisasi, menjadikan dunia maya berpengaruh terhadap sikap dan tingkah laku di abad 21 ini.

Jika dulu, hanya pada waktu spesial yang ditangkap momennya dengan teknologi seperti kamera, kini momen di setiap detik terasa hambar jika tak dijepret lalu dibagikan di media sosial hanya dengan hitungan detik. Perilaku sosial ini populer dengan sebutan narsis.

Fenomena ini menjadi bukti berubahnya perilaku seseorang secara sosial. Menurut Anhar Dana Putra, S.Psi. M.Psi. T., perubahan sosial wajar terjadi sesuai terjadinya perubahan zaman. Hal tersebut dianggap sebagai berubahnya cara berinteraksi seseorang dengan alam.

“Perilaku sosial berubah dan berkembang mengikuti perkembangan jaman. Termasuk cara-cara menikmati momen-momen, atau pengalaman-pengalaman tertentu. Dulu orang-orang tidak punya pilihan selain menikmati alam tanpa bantuan alat atau teknologi apapun. Sekarang, setelah kehadiran teknologi kamera dan smartphone beserta setiap fiturnya yang canggih, mengubah cara kita berinteraksi dengan alam,” jelas Anhar Dana.

Peneliti Psikologi Sosial di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN) Makassar tersebut menyatakan, sebab perubahan perilaku sosial ini penyebabnya utamanya adalah adanya sosial media, tidak sekedar pilihan seseorang untuk merubah perilakunya menjadi narsis.

“Memang bukan faktor tunggal, sebab bisa saja ada faktor lain seperti kepribadian, kecenderungan narsistik, dan lain-lain. Tapi faktor utama yang cukup besar mempengaruhi orang-orang untuk memotret segala hal yang mereka lihat, kunjungi atau alami, itu karena pengaruh kehadiran sosial media,” ungkap Anhar Dana.

Menurut Dosen di STIA-LAN Makassar ini, kecenderungan perilaku tersebut baru dapat dikatakan negatif dan destruktif ketika penggunaan kamera atau smartphone sudah membahayakan diri sendiri dan alam, seperti berselfie di ketinggian atau di tempat-tempat berbahaya seperti pinggir jurang, dan lain-lain tanpa pengaman, atau berselfie tanpa mempedulikan lingkungan sampai merusak alam.