Kampanye Imunisasi Campak Rubella, Makassar di atas 95 Persen

Editor : Muhammad Tohir

Online24,Makassar – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto menerima United Nations Children’s Fund (Unicef) di ruang kerja, Balaikota Makassar, Rabu (09/01/2019).

Unicef didampingi Yayasan Bakti. Kehadirannya dalam rangka melaporkan capaian dan tantangan yang dihadapi Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) di Makassar.

Hal ini disampaikan Chief Field Office Unicef Sulawesi dan Maluku Henky Widjaja, ia menyampaikan perkembangan kerja sama antara pihak Unicef dan Pemerintah Kota Makassar.

Pertama kata dia laporan pencapaian dari kampanye imunisasi campak rubella di Makassar tahun 2018. Makassar melampaui target di atas 95 persen per 31 Desember.

“Terus dari program pemerintahan, kami ada beberapa program, pertama catatan sipil, pencapaian cakupan akta lahir 93 persen. Terus program e-bullying di sekolah. Pemerintah kota sudah mereplikasi dengan anggaran sendiri. Tahun ini berlanjut, dari sebelumnya 4 sekolah akan dikebangkan lagi,” ucapnya.

PKSAI di Makassar adalah program percontohan. Ada 5 wilayah diterapkan di Indonesia. Di Sulsel selain Makassar juga masuk Kabupaten Gowa.

“Program ini terus dikembangkan di Makassar, ada peningkatan layanan 5 sampai 10 kali sehingga hal ini akan direplikasi di 111 kabupaten kota seluruh Indonesia,” terang Dessy Susanti, Konsultan PKSAI.

Sementara itu Amelia Tristiana, spesialis perlindungan anak Unishef menegaskan bahwa PKSAI ini bersifat pencegahan. Pihaknya tidak menginginkan adanya anak-anak jadi korban. Namun lebih mengarah pada proteksi dini terhadap anak yang rentan sebelum menjadi korban.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Danny Pomanto menyampaikan, Pemerintah Kota akan lebih konsen dan maksimal terhadap masalah sosial anak-anak. Salah satunya dengan pengembangan konsep “rumah hati, rumah huni”, stop bullying di sekolah, dan trauma healing.

“Ini semua kita segera benahi, saya sudah sampaikan Plt. Kepala Dinas Sosial. Karena memang persoalannya di sini. Unicef banyak menyampaikan keluhan terkait Dinas Sosial sebelumnya. Kita minta maaf untuk itu, kita akan perbaiki tahun ini, dengan Kadis Sosial kita yang baru,” jelasnya.

Sebagai 5 wilayah yang masuk percontohan secara nasional untuk PKSAI, Danny mengatakan akan lebih detail dan lebih terintegrasi sehingga tidak terulang lagi masalah-masalah sebelumnya.

“Masalahnya kita punya ‘rumah hati rumah bakat’ tapi tidak jalan. Saya minta dijalankan, analisisnya sudah cukup, kita langsung praktek saja, kita jalankan,” tegas Wali Kota.