KPU diminta Jaga Kepercayaan Publik Dengan Kerja Profesional dan Transparan

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24,Soppeng-Komisi Pemilihan Umun (KPU) sebagai penyelenggara pemilu dan pemanku kepentingan dituntut untuk menjaga kepercayaan masyarakat, menjelang Pemilihan Capres dan Cawapres dan Legislatif, 17 April 2019 mendatang. Hal itu di katakan
Kordinator Advokasi Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi), Abdul Rasyd, S.H, saat ditemui salah satu Warkop, Kabupaten Soppeng, Jumat (11/01/2019).

Menurutnya Kepercayaan masyarakat terhadap pemilu hendaknya dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan, dengan menciptakan penyelenggaraan Pemilu yang bebas, jujur dan adil, sebagaimana diamanatkan oleh UU Pemilu.

“Untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemilu dan penyelenggara dalam hal ini KPU dan Panwaslu harus menunjukkan bahwa dalam setiap tahapan-tahapan harus bekerja secara profesional dan transparan,”ungkapnya.

Munculnya ketidak percayaan masyarakat ini kata dia karena mulai proses rekruetmen penyelenggara oleh KPU timbul catatan-catatan negatif, sehingga masyarakat menilai bahwa ada yang kurang tepat dan tidak benar.

Karena itu tambahnya, untuk membangun kepercayaan masyarakat seharusnya dimulai dari sejak rekruetmen, karena bagaimna mau menciptakan pemilu bersih kalau awalnya saja sudah amburadul.

“Saya berharap Pemilu di Kabupaten Soppeng yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang dapat terlaksana dengan baik dengan catatan penyelenggara dalam hal ini KPU dan BAWASLU bekerja profesional dan tetap menjalankan aturan main sesuai Regulasi dan tetap memperhatikan subsistem, subsistemnya itu seperti masyarakat, LSM, Wartawan, pemerintah dan pihak keamanan,” tandasnya.