Saat banjir di Makassar,Gowa,Maros Gubernur NA kunjungi lokasi wisata di Toraja

Editor : AS

Online24, Makassar – Di tengah situasi banjir yang melanda ibu kota provinsi Sulawesi Selatan serta daerah penyangga Makassar, gubernur Nurdin Abdullah justru sedang berkunjung ke lokasi wisata Religi Buntu Burake Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja.

Ribuan warga Sulsel terjebak tak bisa masuk di kota Makassar lantara terjebak banjir di sepanjang jalur Pangkep – Maros menuju Makassar. Ratusan pengendara mobil hingga Rabu sore 23 Januari 2019 masih terjebak di kawasan Maros. “Sampai sekarang saya masih di Maros. Air masih setinggi lutut” ujar Rian, warga Makassar. Rian mengaku sejak Selasa siang kemarin masih terjebak banjir di Pangkep dan sekarang telah berada di Kabupaten Maros. Ia menceritakan bahwa masih banyak pengendara yang terjebak di jalan khusus Pangkep dan Maros.

Selain terjebak, ribuan pengungsi yang menjadi korban banjir juga telah meninggalkan rumah mereka. Khususnya korban banjir di kabupaten Gowa dan kota Makassar. Sementara itu di saat yang bersamaan, selama dua hari ini Gubernur Nurdin Abdullah memilih berkunjung di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Tana Toraja. Selasa saat banjir sedang puncak, Gubernur NA malah berkunjung ke kawasan Wisata Religi Buntu Burake. “Lokasi Burake ini luar biasa, semua negara dilihat daerah viewnya cantik pasti ada cafe., restaurant dan lain. Selagi itu tidak bertentangan dengan adat istiadat di sini”  puji NA saat bertandang di lokasi wisata tersebut.

Hari ini Rabu 23 Januari 2019 Gubernur Nurdin Abdullah berjanji akan segera membentuk tim penanganan banjir di Sulawesi Selatan. Usai menghadiri hari jadi ke 751 Luwu, NA berjanji akan memimpin langsung penanganan banjir yang melanda 6 Kabupaten di Sulawesi Selatan.  Mantan bupati Bantaeng yang berhasil membebaskan banjir dari Bantaeng tersebut akan memimpin langsung pengkajian penyebab banjir di daerah yang terkena banjir 2019 ini. “Untuk menghadapi cuaca ekstrem Iny saya minta semua teman teman yang ada dia Basarnas, BPBD, memberikan bantuan evakuasi agar masyarakat mendapatkan kepastian menghadapi dampak cuaca extreem” ujar NA.