Kukuhkan 55 Relasi, KPU Barru Larang Sembarang Like Status Caleg

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24,Barru-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barru mengkukuhkan 55 relawan demokrasi (Relasi) sekaligus gelar bimbingan teknis tentang pemilu di Hotel youtafa, Kecamatan Barru Kabupaten Barru, Rabu (23/01/2019).

Ketua KPU  Barru Syarifudin H.Ukkas mengatakan, relawan demokrasi yang sudah dibekali informasi, dalam waktu 3 bulan kedepan  harus sudah mulai menyusun jadwal kegiatan.

“Relawan harus bisa menyesuaikan jadwal sosialisasi dengan kegiatan sehari-hari dan harus bersikap netral tidak boleh berpihak pada salah satu Paslon atau Caleg,”tutur Komisioner KPU dua priode ini.

Secara tegas Syarifuddin menyampaikan, relasi yang di rekrut tidak boleh sembarang LIKE status di media sosial apalagi itu status Caleg.

Dalam Bimtek tersebut KPU menghadirkan Pemateri Prof.Anwar Borahima yang menyampaikan jika komunikasi secara umum adalah pertukaran pesan.

“Jadi pada saat kita berkomunikasi, kita menghasilkan, mengalihkan dan menerima pesan-pesan. Komunikasi adalah seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan,” jelasnya

Untuk itu, relawan demokrasi diharuskan bisa menguasai cara penyampaian pesan dan sosialisasi, sehingga bisa mendapatkan apa yang diharapkan. “Saat kita bersosialisasi, berarti itu adalah cara kita mempengaruhi orang supaya menggunakan hak pilihnya. Sehingga apa yang kita inginkan dalam mencapai target partisipasi pemilih bisa terwujud,” jelas Prof Anwar Borahima.

Untuk bisa bersosialisasi kepada khalayak, Prof Anwar membeberkan beberapa tips yang harus dilakukan oleh para relawan demokrasi. Di antaranya, mereka harus rajin mendengarkan dan menyimak, tidak memotong pembicaraan, tidak meninggalkan lawan bicara, tidak menepis pembicaraan lawan, tidak berusaha menunjukkan bahwa kita lebih pandai dan memahami sudut pandang orang lain.

Setelah mendapatkan bekal dalam berkomunikasi, relawan demokrasi selanjutnya akan mulai bertugas pada awal bulan Februari mendatang. Mereka akan menyasar pada 10 basis pemilih yang meliputi, lingkungan keluarga, pemula, pemuda, perempuan, disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marginal, komunitas, keagamaan, ormas dan Internet.