NA Lantik Bupati-Wakil Bupati Wajo dan Luwu

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah melakukan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bupati/Wakil Bupati Wajo dan Bupati/Wakil Bupati Luwu Masa Jabatan 2019-2024 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at (15/2).

Kepala daerah tersebut yakni, Bupati – Wakil Bupati Wajo, Amran Mahmud dan Amran serta Bupati – Wakil Bupati Luwu terpilih Basmin Mattayang – Syukur Bijak.

“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-sebaiknya,” kata Nurdin Abdullah.

Demikian juga, bahwa sebagai bupati-wakil bupati dapat berlaku seadil-adilnya, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya.

Sementara dalam sambutannya dan arahannya, NA menyampaikan bahwa mereka yang terpilih adalah pemimpin yang berpengalaman.

10 tahun lalu Basming Mattayang mengakhir masa jabatan dan Syukur Bijak lima tahun lalu mengakiri masa jabatan sebagai Wakil Bupati Luwu. Sementara Amran Mahmud lima tahun lalu sebagai Wakil Bupati Wajo dan didampingi oleh Wakil Bupati saat ini dari latar belakang usahawan.

“Saya mewakili masyarakat menyampaikan selamat kepada Bupati/Wakil Bupati Wajo dan Luwu, istri dan keluarga,” sebut Nurdin Abdullah.

NA menyampaikan beberapa hal, termasuk dunia pendidikan, termasuk untuk pengangkatan kepala cabang dinas untuk mengajak bicara kepala daerah. Hal Ini dalam rangka untuk membangun sinergi bersama. Selanjutnya, SKPD, sebagai pemimpin jika ada program provinsi masuk ke daerah yang belum tentu program daerah

“Saya yakin banyak usulan masyarakat. Ini tentu butuh sinergi dan kemitraan untuk diselesaikan. Dari hari kehari-hari memberikan perhatian, bahwa teman-temab di Pemprov untuk komunikasi dengan teman-teman pimpinan daerah,” ujarnya.

Daerah harus diberdayakan. Terjadi lonjakan Bantuan Keuangan Daerah dengan daerah diberikan bantuan dalam jumlah yang besar. Tahun ini yang belum dapat, tahun depan akan dapat. Diketahui tahun ini bantuan daerah yang ada Rp300 miliar.

Dia juga menyampaikan kepada para bupati, bahwa coklat yang selama ini menjadi primadona, sudah mengalami masalah, coklat bukan lagi kebanggaan dan menjadi pekerjaan rumah. Bahkan induatri sudah mulai mengimpor coklat. Hal lainnya, soal benih, melalui Mentan dan memberikan respon untuk menjadikan Sulsel sebagai sentra benih coklat.

“Tentu Luwu Raya akan kita sebagaikan sentra pembenihan coklat,” paparnya.

Krisis tahun 98 negara-negara maju mengalami krisis, ini justru membawa berkah untuk Sulsel karena adanya komoditas coklat dan kopi serta komoditas lainnya.

Mantan Bupati Bantaeng ini juga menyampaikan Sulsel telah melakukan direct call (pengiriman langsung) keluar negeri dan per Juni mendatang juga dijadwalkan akan dibuka direct flight (penerbangan langsung) ke luar negeri, Yakni Jepang untuk penerbangan kargo dan penumpang.

Hadir juga anggota DPRD RI, anggota DPD RI, Wagub Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, anggota Forkopimda. Wali Kota Palopo, Wali Kota Makassar, Bupati Luwu Utara, Wakil Walikota Parepare.