Lokakarya Informasi Teknologi, Pemuda LDII Disuguhi 5 Materi

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Makassar  – Generasi milenial akrab dengan perangkat informasi dan teknologi (IT). Perangkat IT, seperti gawai dapat dimaksimalkan penggunaanya untuk untuk kegiatan dakwah, baik di media massa, media online, maupun media sosial.

Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengikuti Lokakarya Informasi dan Teknologi (IT) di Masjid Babussalam, Jalan Bontoramba, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Materi pelatihan antara lain, desain grafis, jurnalistik, videografi, kepenulisan (literasi), dan pembuatan website. Pelatihan ini diikuti 68 orang utusan PC/PAC LDII dari Kota Makassar, Maros, dan Pangkep.Kegiatan yang bertajuk “Menyiapkan Pemuda Profesional di Era Milenial” inidigelar sejak pagi hingga malam.

Materi diawali pembacaan ayat suci Alquran dan nasihat agama. Selanjutnya berturut-turut, materi desain grafis. Pemateri Ahmad Riefai Hatta memaparkan praktik membuat logo. Materi kedua, perihal ilmu jurnalistik.

Pemateri jurnalistik Ilmaddin menyampaikan cara menulis berita langsung (straight news). Pihaknya menyampaikan nilai-nilai berita (news value). “Pertama, aktualitas atau timeliness. Peristiwa yang terjadi hari ini, jangan ditunda hingga besok untuk dibuat beritanya,” kata Ilmaddin.

Unsur berita yang lain, kedekatan atau proximity. Artinya peristiwa yang terjadi di dekat atau disekitar kehidupan sehari-hari. “Peristiwa yang terjadi di Makassar lebih menarik bagi kita dibandingkan yang terjadi di Aceh, misalnya,” katanya.

Selanjutnya, dampak (consequence) yaitu berita yang mengandung nilai konsekuensi. Nilai berita yang lain, yaitu keterkenalan atau prominence.

Materi ketiga, kepenulisan atau literasi. Budiman, selaku pemateri kepenulisan memotivasi peserta untuk aktif menulis. Menulis, ujarnya, untuk mengikat ilmu. Ilmu itu laksana hewan buruan yang liar dan tulisan adalah tali pengikat. “Makanya ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat,” kata Budiman.

Keempat, materi videografi. Ismail Arifin menyampaikan materi pembuatan video menggunakan aplikasi Wondershare Filmora. Ia mengatakan, video jurnalistik memuat unsur 5 W dan 1 H. “Saat merekam, ambil video spanduk kegiatan. Rekam video tamu atau pejabat yang hadir baik dari depan, samping, dan dari belakang. Kalau ada gapura yang memuat nama lokasi, rekam videonya. Dengan melihat video, penonton akan tahu dimana lokasi kegiatan,” tutur Ismail Arifin.

Adapun unsur mengapa kegiatan dilakukan (why), katanya, bisa diambil dari wawancara narasumber atau ketua panitia. Pemateri terakhir, Mujahidin menyampaikan cara membuat blog menggunakan blogger.

Ilmaddin Husain
Wakil Sekretaris LDII Sulsel