Miris! SD NEGERI di Maros Tidak Pernah Belajar Pendidikan Agama

Editor : Muh. Idris
Ilustrasi
Ilustrasi

Online24jam,Maros – Apa jadinya jika sebuah Sekolah Negeri tidak memiliki guru PNS dan tidak pernah belajar pendidikan Agama? Tentu ini sangat memprihatinkan. Begitulah temuan yang disampaikan Aziz Kahhar Muzakkar setelah melakukan peninjauan di Desa Bonto Somba, Kab. Maros, Sulsel.

Dalam keterangannya Aziz Kahhar mengatakan mendapatkan informasi itu dari kepala desa setempat. Sehingga ia merasa tergerak hatinya untuk meninjau dan memberikan bantuan ke desa tersebut.

“Saya dapat informasi kalau disana tidak ada guru Agamanya. Jadi saya kesana. Ketemu kepala desanya di Pucak.” ujar Aziz Kahhar yang dihubungi melalui telepon selulernya.

“Alhamdulillah mulai jumat kemarin saya sudah kirim khatib kesana mudah mudahan sampai seterusnya. Karena di Desa itu ternyata warganya juga tidak pernah Sholat Jumat” lanjut mantan calon Walikota ini.

Menurut Aziz, Di desa itu memang kondisi medannya cukup berat. Ada tiga dusun yang harus ditempuh 2 hingga 3 jam dalam satu dusun dengan menggunakan sepeda motor trail.

Sehingga sekali pun ada pegawai negeri yang dikirim bertugas disana pasti tidak akan betah. “Inilah yang jadi persoalan. Kok ada sekolah negeri tapi tidak ada guru PNS nya. Bahkan muridnya pun ogah ogahan karena kadang tidak ada guru yang masuk.” tutur pimpinan Pesantren Hidayatullah ini.

Dari hasil pertemuan itu disepakati dengan kepala desa untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai desa binaan pesantren Hidayatullah yang dipimpin oleh ustas Aziz Kahhar Muzakkar. Selain jadi pembina jamaah di Masjid juga difokuskan mengajar pendidikan agama pada sekolah tersebut.

Dengan harapan kerjasama ini terus berlanjut. Karena sangat disayangkan Negara harusnya mengurus sekolah negeri. Karena itu adalah tugas negara. Negara harus mengutus guru PNS apa pun alasannya.

Sebagaimana diketahui. Desa Bonto Somba terletak diantara Kabupaten Maros, Sinjai, Bone dan Gowa. Kondisi jalannya juga masih rusak parah sekitar 4 km. Sehingga perlu perbaikan infrastruktur.