Gedung DPRD Makassar Sepi, Petahana: Rawan Kalau Tidak Turun Gunung!

Editor : Fahmi

Online24 – MAKASSAR, Gudung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar lengang dari aktivitas wakil rakyat, Jumat (22/3/2019).

Empat ruangan komisi di lantai satu nyaris tak berpenghuni. Begitu juga ruangan para pimpinan di lantai dua.

Hanya ada beberapa staf Sekretariat DPRD Makassar yang duduk di depan komputer atau sekadar nyantai saja bareng rekannya.

Pemandangan seperti itu bukanlah hal baru menjelang pemilih legislatif (Pileg).

Bahkan, nyaris setiap pesta demokrasi lima tahun sekali digelar, seperti Pilwali Makassar, empat ruangan komisi dan para pimpinan selalu kosong.

Kepada wartawan Tribun Timur, Abdul Azis Alimuddin, sejumlah anggota DPRD Makassar yang maju bertarung lagi di Pileg 2019 mengakui jarang berkantor dan lebih banyak di daerah pemilihannya.

Bahkan seperdua dari 50 anggota dewan di Makassar mengaku terpaksa ‘turun gunung’ menggarap basisnya yang selama ini mengantarkan dirinya duduk di DPRD Kota Makassar.

“Ini yang ketiga kalinya saya maju dan saya terpaksa harus turun langsung. Baru kali ini betul-betul rawan kalau tidak turun,” ungkap salah satu anggota DPRD Makassar yang meminta namanya tidak ditulis, Jumat (22/3/2019).

Namun ia mengaku tidak pernah absen jika ada agenda rapat. Baik itu Paripurna, Badan anggaran (Banggar), maupun rapat-rapat di komisi.

“Saya pasti hadiri rapat, kecuali ada agenda lain keluar kota. Bisa kita tanya-tanya incumbent lainnya bagaimana pertarungan hari ini. Mereka juga pasti berdiam di dapil,” katanya.

Hal sama diungkapkan incumbent lainnya. Dia mengakui jarang masuk kantor. Bahkan mereka yang selalu ngopi di sekitar Jl Topaz Raya dan Jl Boulevard, Makassar tak lagi terlihat.

“Hahaha, jarang-ma disana bos, sekarang pindah lokasi. Nanti setelah selesai pemilu, sekarang lebih banyak-ka di dapil. Kemarin malam (sekitar pukul 22.00 wita) saya baru saja selesai pertemuan itu,” kata salah satu petahana lainnya.

“Sekarang banyak caleg maju. Harus diyakinkan betul bahwa aspirasinya benar-benar diperjuangkan nantinya. Dulu mereka full kesaya, mereka jujur bilang ada keluarganya maju, maka dia bagi suaranya,” ujar legislator lainnya