Pelaku Pembunuhan di Atas Mobil Ternyata Rekan Kerja dan Tetangga Korban

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Gowa – Pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2019 sekira pukul 14.05 Wita Unit RESMOB POLDA SULSEL telah mengamankan seorang lelaki yang diduga merupakan pelaku Pembunuhan
Terhadap St. Suleha Djafar, (40) staf UNM.

Ternyata tersangka merupakan Tetangga dan rekan kerja korban. Yang diketahui bernama DR. Wahyu Jayadi, M. Pd, (44 ), yang juga merupakan dosen di kampus UNM.

Seperti diketahui korban ditemukan tewas dalam mobil dalam keadaan terlilit sabuk pengaman mobil di Jl. Poros Japing Depan Gudang Milik Perum. Bumi Zarindah Dusun Japing Desa Sunggumanai Kec. Pattallassang Kab. Gowa.

Dari hasil visum dijelaskan Terdapat Luka Gores dan lebam pada bagian leher, lebam pada bagian pipi kiri dan memar pada bagian telapak tangan korban.

Adapun kronologisnya dari keterangan saksi disebutkan sekitar pukul 08.30 wita pada saat saksi Rusdi, datang ke gudang BTN Zarindah dan melihat mobil yang terparkir di dekat gudang dalam keadaan kaca pintu mobil sebelah kiri pecah selanjutnya saksi melihat perempuan yang duduk di kursi depan sudah tidak bernyawa.

Kemudian saksi memberitahukan kepada tukang Dg. Tawang bahwa ada orang meninggal didalam mobil. Selanjutnya memberitahukan kejadian tersebut ke kepala dusun Japing.

Mendengar kejadian tersebut pihak Kepolisian dalam hal ini personil Polsek Bontomarannu dan Polsubsektor Pattallassang mendatangi dan mengamankan TKP, memasang Police Line, Mencatat identitas Saksi.

Dari hasil penyelidikan Unit Resmob Polda Sulsel kemudian disimpulkan bahwa korban tersebut bukan merupakan korban perampokan melainkan korban pembunuhan, yang dikuatkan dengan tidak adanya barang berharga milik korban yang hilang. Selanjutnya dilakukan pendalaman terhadap orang – orang terdekat korban, dan berdasarkan dari hasil analisa terhadap pelaku pembunuhan tersebut mengerucut kepada salah satu rekan kerja korban yang juga merupakan tetangga rumah korban, yaitu Wahyu Jayadi.

Pelaku akhirnya diamankan aparat kepolisian saat hendak menjenguk jenasah korban di RS. Bhayangkara Makassar. Saat diamankan Wahyu mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara mencekik korban, karena korban memberontak dan mencakar tangan pelaku, sehingga pelaku memukul dan kemudian mencekik kembali leher korban. Kemudian pelaku mencoba menutupi perbuatannya, dengan membuat korban seolah-olah adalah korban perampokan dengan cara pelaku mengunci mobil yang dikendarai dari dalam dan memecahkan kaca mobil.

Adapun motif sehingga pelaku nekad melakukan pembunuhan tersebut karena pelaku merasa tidak terima dengan perlakuan korban yang selama ini sudah dianggap sebagai keluarga, yang dimana korban dianggap sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah
– 1 (satu) buah Batu Kali ;
– 1 (satu) buah Kunci Kontak Mobil Daihatsu Terios ;
– 1 (satu) buah Jilbab/kerudung warna hijau polos ;
– 1 (satu) buah cincin emas dan Jam tangan ;
– 1 (satu) Unit Handphone merek IPHONE X dalam keadaan Rusak berat (milik korban) ;
– 1 (satu) Unit Hanphone Merek SAMSUNG warna hitam (milik pelaku) ;
– 1 (satu) Unit Hanphone Merek XIAOMI warna hitam (milik pelaku) ;
– 1 (satu) Lembar Baju warna Hijau (yang digunakan pelaku) ;
– 1 (satu) lembar Celana Panjang Kain warna Hitam (yang digunakan pelaku) ;
– Uang tunai sebesar Rp.440.000 (empat ratus empat puluh ribu rupiah) ;
– Sampel darah korban ;
– Tissue Bekas Pakai

Akibat perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 338 KUHPidana Subs Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana

Selanjutnya diserahkan ke Penyidik Sat. Reskrim Polres Gowa untuk dilakukan proses Hukum lebih lanjut.