Kapal Pengangkut Bom Ikan di Perairan Kampung Bajoe Tertangkap Tangan Polair Polda Sulsel

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Makassar – Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengamankan kapal pengangkut bom ikan di sekitar Teluk Bone, Bajoe, Kabupaten Bone,minggu, (3/4).

Dalam keterangan peranya Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Sulawesi Selatan, Kombes. Purwoko, mengatakan pihaknya mengamankan kapal pengangkut bom ikan tersebut di sekitar Teluk Bone, Bajoe, Kabupaten Bone, dan mengamankan kapal pengangkut bom ikan bersama nahkodanya, dengan inisial RB (21).

“Tim lidik kami mendapat laporan masyarakat di sekitar Kampung Bajoe bahwa ada nelayan yang akan melakukan penangkapan ikan meggunakan bom, setelah diintai beberapa hari akhirnya ditemukan kapal jenis jolloro.” ujar Purwoko. Kepada sejumlah wartawan. di Mako Polair Polda Sulsel, Jalan Ujung Pandang,

Petugas akhirnya menyita barang bukti bahan bom ikan Ammonium Nitrate Urea dari kapal tersangka yang terdiri: 3 jeriken ukuran 5 liter, 7 jeriken ukuran 2 liter, 18 jeriken ukuran 2 liter, 18 jeriken ukuran 1 liter, 34 botol bir bekas dan 2 botol plastik berisi TNT. Barang bukti lainnya yaitu: 1 mesin kompressor, 2 pasang sepatu selam, 1 alat GPS, 3 regulator, 1 rol selang dan 3 kacamata selam.

Sementara Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin. Mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan bawah laut kita yang ada di Sulawesi Selatan.

“Masyarakat harus memahami misalnya sejak tahun 2005 saat berada di sini bahwa sudah terjadi beberapa kerusakan di berbagai titik.” ujar Perwira Bintang Dua ini.

“kerusakan ini diketahui bahwa disebabkan adanya bom buatan yang kita sebut bom untuk ikan. Persoalannya bukan hanya Terumbu karangnya saja yang hancur, sudah banyak sekali jenis terumbu karang yang hidupnya susah. Untuk diketahui satu terumbu karang yang 5 tahun itu dia tumbuh 1 centi saja. ” lanjut Kapolda.

Sehingga menurutnya masyarakat sendiri yang rugi. Karena ikan kecil atau besar semua akan mati dengan alat bom ikan. Dan masyarakat akan kehilangan mata pencaharian dalam jangka yang panjang. Akibat hilangnya tempat sarang bagi ikan-ikan akibat dampak pengeboman tersebut. Sehingga diimbau kepada masyarakat khususnya nelayan, untuk tidak lagi menggunakan bom ikan.

“Silakan menggunakan alat-alat tradisional lainnya seperti Pancing atau jaring yang sesuai dengan ukurannya dan untuk diketahui pula bahwa kami akan senantiasa meningkatkan patroli dalam rangka menjaga situasi kondisi Kamtibmas di masyarakat yang kemudian tidak ada kejadian serupa.” pungkasnya.