Pendaki di Gunung Lompobattang Sudah Meninggal Saat Dievakuasi, Begini Kronologinya

Editor : Muh. Idris
Korban Salman saat dievakuasi Tim Basarnas di Gunung Lompobattang. (Foto: Dok. Basarnas)
Korban Salman saat dievakuasi Tim Basarnas di Gunung Lompobattang. (Foto: Dok. Basarnas)

Online24jam,Gowa – Proses evakuasi korban pendaki di Gunung Lompobattang, jum’at (05-04-2019), pkl 12.30 wita bertempat di pos 10 gunung lompobattang.

Kecelakaan terhadap salah seorang pendaki gunung dari MAPALASTA Makassar yang diketahui bernama Salman, (22), merupakan mahasiswa UINAM fakultas Syariah dan hukum, asal Kabupaten Bulukumba.

Adapun kronologis kejadian dari rilis yang diberikan tim Basarnas disebutkan berawal pada saat korban dan rombongan sekitar 51 orang berangkat dari Parang Bintolo ling. Lembang Bu’ne kel. Cikoro kec. Tompobulu,kamis (4/4). sekitar pkl 08.00 wita untuk melintas dari Gunung Lompobattang menuju Gunung Bawakaraeng dan Para pendaki beristirahat di pos 09 Gunung Lompobattang. Selanjutnya pada hari jum’at tgl 05-04-2019 pukul 08.30 wita para pendaki melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bawakaraeng, setiba di pos 10 Gunung Lompobattang terjadi kecelakaan di mana korban bernama Salman yang betugas sebagai leader dan berjalan duluan dari temannya, terkena sebuah batu diperkirakan ukurannya 10 x 15 cm yang terjatuh dari atas tebing dan mengenai muka sebelah kiri korban dan mengakibatkan terjadinya pendarahan.

Rekan korban bergegas mencari pertolongan ke perkampungan di lokasi pertama berangkat kemudian menyampaikan hal tersebut ke masyarakat setempat di Parang Bintolo ling. Lembang bu’ne kel. Cikoro kec. Tompobulu kab. Gowa.

Pukul 19.30 wita KPA Karantuang Bantaeng berjumlah 8 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk dilakukan evakuasi.

Pukul 20.15 wita tim Basarnas berjumlah 8 orang tiba mempersiapkan perlengkapan Tim Basarnas berjumlah 6 orang bersama dengan pencinta alam cikoro berjumlah 7 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk membantu evakuasi.

Pukul 21.00 pencinta alam dari Rumbia kab. Jeneponto yang berjumlah 5 orang berangkat menuju posisi tetakhir korban untuk membantu evakuasi.

Pukul 22.10 wita tim dari Mapalasta berjumlah sekitar 18 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk membantu evakuasi.

Pukul 23.45 wita tim dari Korpala Unhas berjumlah 4 org berangkat menuju posisi terakhir korban untuk membantu evakuasi.

Pukul 03.30 wita korban berhasil di evakuasi dan selanjutnya di bawa ke Puskesmas Malakaji untuk mendapatkan pemeriksaan luar dari pihak medis, setelah mendapatkan pemeriksaan dari pihak puskesmas, jenasah korban dibawa ke rumah duka di kab. Bulukumba.

Saat korban di evakuasi dari pos 10 Gunung Lompobattang ke Parang Bintolo kondisinya sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga ke kabupaten Bulukumba untuk dimakamkan dimana dijemput oleh keluarga korban sendiri BRIPKA Yusuf anggota polsek bajeng yang merupakan adik dari orang tua korban.