Supriansa : Tunggu Hasil Hitungan KPU, Tak Perlu Buat Pernyataan Menyesatkan Tanpa Data

Editor : Muhammad Tohir

Online24,Makassar- Saat ini beredar sejumlah informasi tentang hasil Pileg dan prediksi di media sosial serta media mainstreem mengenai caleg yang lolos baik di DPRD Kota, provinsi maupun pusat. Anehnya, informasi yang beredar tersebut justru dari internal partai maupun tim caleg itu sendiri. Bahkan tanpa adanya akurasi data yang kuat.

Lalu bagaimana tanggapan dengan Supriansa? Caleg yang di unggulkan di partai Golkar dapil Sul Sel 2? Mantan Wabup soppeng itu mengatakan bahwa sebaiknya tunggu hasil hitungan KPU saja. Karena satu-satunya lembaga yang di amanahkan oleh UU untuk menetapkan hasil suara pemilihan baik itu pilcaleg atau pilpres hanyalah KPU. “Saya santai santai saja sambil menunggu keputusan KPU” tegasnya.

Jadi kata ayah Algifari ini, keputusan KPU adalah keputusan yang sah dan meyakinkan. Olehnya itu jika ternyata keputusan KPU ada hal yang di anggap tidak singkron dengan data calon maka bisa mengajukan gugugatan hasil dan tentu harus menyiapkan akurasi datanya. “Termasuk jika ada kecurigaan atau permainan menggeser suara partai atau suara kandidat lain ke calon tertentu semua itu bisa di telusuri nanti dengan cara gugatan ke KPU dengan meminta membuka C.1 Plano yang sudah di scan di KPU pusat setelah pencoblosan di lakukan di semua wilayah di Indonesia termasuk dapil 2 sulawesi selatan” tambahnya. Supri menyarankan kepada seluruh kandidat agar lebih baik tenang-tenang saja sambil menanti keputusan yang sebenarnya dari KPU.

Terkait komentar Risman Pasigai yang mengatakan telah ada hasil yang di umumkan bahwa Partai Golkar mendapatka 6 kursi tanpa nama dirinya, Supriansa menanggapi dingin saja. Dia mengatakan bahwa KPU saja belum mengumumkan hasilnya karena masih berlangsung rekapitulasi suara apalagi masih ada pemilihan ulang di beberapa TPS di dapil 2 sulsel. “Jadi barometer apa yang di gunakan untuk memastikan nama calon yang di anggap lolos” jelasnya. ia meminta kepada Jubir Golkar tersebut untuk tidak perlu sesumbar mengeluarkan pengumuman tanpa akurasi data. “Kan lucu nanti jika pemgumuman KPU berbeda dengan apa yang sudah di ucapkan” imbuhnya.

Namun demikian Supriansa tetap merendah sebagai orang baru di Partai Golkar dan tidak tahu tentang mekanisme di internal partai Golkar.