Ketua KPU Tana Toraja Rizal Randa: Jika ada caleg migrasikan suara, pasti akan ketahuan dan akan di pidana

Editor : AS

Online24, Tana Toraja – Praktek migrasi suara serta pencurian suara sesama antar caleg pada tahun 2019 iniu nampaknya akan banyak mengalami kesulitan. Ada beberapa tahapan yang sulit untuk menggolkan praktek tersebut seperti yang diungkapkan oleh Ketua KPU Tana Toraja, Rizal Randa. “Tahun 2019 ini mereka sulit akan lakukan seperti itu. Sistem akan menolak jika hal seperti itu terjadi” ungkap Rizal, kepada online24jam. 

Mantan wartawan SCTV dan Celebes TV ini menjelaskan, sistem yang diterapkan oleh KPU saat ini otomatis menolak jika terjadi kecurangan pada saat proses perhitungan berlangsung. “Langsung merah di layar komputer” jelas Rizal. Ia mencontohkan, jika seseorang caleg melakukan kerjasama dengan seorang petugas di lapangan maka tidak serta merta sistem akan menerima data itu sebab data sebelumnya yang telah masuk itu harus sinkron dengan data yang ada. Misalnya, jumlah pemilih, jumlah surat sah atau tidak sah. “Jika tidak sinkron maka pada tingkat atas akan mengalami penolakan. Sebab semakin ke atas, sistem dan pengawasan semakin ketat” tambahnya. 

Bagaimana dengan praktek migrasi antar caleg? Ical panggilan akrab Rizal Randa mengatakan bahwa hal itu juga semakin sulit dilakukan oleh parpol. “Tidak segampang apa yang mereka bayangkan. Kalau praktek praktek 2014 mereka mau praktikan pada tahun ini saya rasa akan berat” imbuh Ical. Sebab lanjut dia, akan banyak pengawasan yang akan mereka dapatkan selama proses itu berlangsung. “Teman teman di Panwas juga kan memiliki data. Okelah mereka bisa bekerjasama dengan beberapa pihak, tapi ingat. Masih ada Panwas dan KPU. Tentu kami tidak mau di penjara. Sebab praktek itu adalah praktek pidana” sambung Ical. Maka dari itu saran Ical, caleg atau partai jangan mencoba coba melakukan hal seperti itu sebab jika ada yang lolos pada tingkat bawah maka ia yakin pada tingkat atas pada proses perhitungan akan kedapatan.