HET Elpiji 3 Kg, DP2KUKM Lutra Akan Konsultasi ke Bagian Hukum

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Masamba — Kelangkaan dan mahalnya gas elpiji 3 kg masih menjadi polemik di beberapa wilayah di Indonesia. Persoalan ini sudah menjadi permasalahan yang menasional. Terkait mahalnya harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, melalui DP2KUKM, akan membuat regulasi yang mengatur harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer.

Meski demikian, niat ini masih perlu waktu karena dalam aturan tidak dikenal yang namanya pengecer, melainkan pangkalan. “Kalau membuat aturan harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pengecer bisa kami lakukan, tapi sebelum dilakukan, kami konsultasi dan meminta rujukan ke bagian hukum dulu,” kata Kepala DP2KUKM, Muslim Muhtar, Kamis (9/5), di Masamba.

Ini perlu DP2KUKM lakukan untuk mengantisipasi jangan sampai ada aturan yang dilanggar. “Jangan sampai kita lakukan, tapi ternyata ini melanggar, kita lagi yang disalahkan. Dalam aturan memang tidak dikenal namanya pengecer. Nah, ini kita mau menentukan harga di pengecer. Memang dilematis. Jadi, kita akan konsultasikan dulu,” paparnya.

Ia menjelaskan, perbandingan pangkalan dan pengecer itu luar biasa njomplang. Saat ini, di Lutra ada 430 pangkalan, sementara pengecer sudah tak bisa dihitung karena hampir di setiap sudut kota dan desa, pengecer ada. “Pengecer itu semakin hari semakin banyak. Sementara pangkalan kita jumlahnya 430 yang akan melayani masyarakat,” pungkasnya. (LH/HMS)