Caleg yang terbukti gelambungkan suara, gugur serta hak caleg nya dicabut

Editor : AS

Online24, Makassar – Caleg yang terbukti melakukan penggelembungan suara bukan hanya dikenai tindak pidana kurungan penjara bahkan caleg tersebut bisa saja tidak ikut lagi berpartisipasi untuk Pileg mendatang.  Seperti itu pendapat pengamat hukum Sulaiman SH menanggapi temuan Bawaslu atas penggelembungan suara di sejumlah TPS di kota Makassar. 

Menurut Sulaiman tim bawaslu dan kepolisian lebih dahulu membuktikan apakah yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran secara administratif. Termasuk pihak penyelenggara pemilu maupun caleg tersebut. “Secara administratif itu harus dikembalikan ketika ada suara yang salah, entah sengaja atau tidak Kesalahan administrasi tersebut, maka harus dikembakikan dan dikakukan pembenaran secara administratif” terang Sulaiman. 

Namun demikian untuk pelanggaran pidana nya lanjut Sulaiman , hal tersebut tetap harus berjalan sebab tidak menggugurkan pidana. “Dimaksud pidana di sini adalah tindakan menghilangkan suara, merubah berita acara, itu masuk tindak pidana

Bisa direkomendasikan yang bersangkutan tidak diberi kesempatan menjadi penyelenggara pemilu dalam Pilkada dan Pemilu berikutnya” kata Sulaiman. 

Sementara baik caleg maupun penyelenggara  pemilu akan dikenai pasal 532 Undang-Undang 7 tahun 2017 tentang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tak bernilai atau peserta Pemilu mendapatkan tambahan atau pengurangan suara, maka ancaman pidana kurungan penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp 48 juta.