Kejati Sulsel Dalami Proyek Toilet Mewah 1,4 M di Toraja

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Makassar – Proyek toilet mewah di objek wisata Buntu Burake, di Kabupaten Tana Toraja senilai Rp 1,4 miliar, Senin (21/5/19) resmi dilaporkan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Kasus dugaan korupsi tersebut dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pembela Rakyat ( PERAK) Sulsel.
Ketua LSM PERAK Sulsel, Adiarsa dikonfirmasi membenarkan telah melaporkan dugaan permasalahan proyek tersebut. Diakuinya, proyek pembangunan toilet mewah di Objek Wisata Buntu Burake tahun 2017 bersumber dari APBD Tana Toraja melalui Dinas Pariwisata senilai Rp1,4 miliar.
Proyek itu diduga ada masalah dan menimbulkan kerugian negara. Proyek itu dikerjakan oleh CV Bangsa Damai. Saya sudah laporkan ke Kejati Sulsel soal kasus itu. Saat ini kami serahkan penanganannya ke penegak hukum, ” ujar Adiarsa.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin, mengapresiasi adanya informasi tersebut. “Nanti kita akan coba kaji dan pelajari informasi tersebut,” ujar Salahuddin.Kalau memang ada indikasi penyimpangan dalam kegiatan, proyek tersebut menurut Salahuddin, tentunya pihak Kejati Sulsel akan menurunkan tim untuk melakukan Puldata dan Pulbaket

Diketahui, toilet mewah ini dibuat sebanyak tiga unit dan masing-masing luasnya 3×4 meter persegi, terbagi dua ruangan khusus untuk perempuan dan laki-laki.

Fasilitas toilet terdiri dari kloset duduk dan tempat untuk membasuh tangan. Selain kloset duduk, juga terdapat lima buah urinoar atau tempat buang air kecil yang melekat pada dinding, disertai sekat yang memisahkan masing-masing unit. Sementara lantai toilet bertegel. Anggaran tiga unit toilet itu Rp 1,4 miliar atau sekitaran Rp 400 juta per toilet. (**)