Namanya terdaftar di MK padahal partai tidak rekomendasi, Supriansa lapor balik tim Rismayani dan M.Yasir

Editor : AS

Online24, Jakarta – Calon anggota DPR RI Supriansa heran sebab dirinya terdaftar sebagai tergugat di Mahkamah Konstitusi oleh dua koleganya dari dapil yang sama. Soalnya,  melalui keputusan Mahkamah Partai Golkar, nama Supriansa sebagai tergugat tidak direkomendasi oleh partai Golkar untuk dilanjutkan ke MK. “Heran kalau saya di gugat di MK, Karena Hasil Sidang Mahkamah Partai Golkar tidak Rekomendasikan. Aneh..” tegas Supriansa, Sabtu 25 Mei 2019.

Sebelumnya Mahkamah Partai Golkar pusat  telah mengambil keputusan bahwa Supriansa tidak termasuk nama yang di rekomendasikan oleh Partai Golkar ke MK dalam sidang yang di lakukan Mahkamah Partai Golkar di kantor DPP Golkar. Pemohon yang  terkait gugatan adalah Rismayani dan M Yasir, dan selanjutnya Termohon adalah Supriansa sebagai pemenang kursi ke dua melalui rekapitulasi KPU RI. Anehnya, nama Supriansa justru terdaftar di MK dalam gugatan Partai Golkar dan sebagai termohon adalah KPU RI.

Melalui sidang Mahkamah Partai, majelis partai menolak pengajuan yang dilakukan oleh kedua caleg Golkar tersebut berdasarkan hasil rekomendasi dari Bawaslu provinsi dan KPU Sulawesi Selatan bahwa tidak ada penggelembungan suara atau pun kecurangan yang berlangsung di Kabuapgen Soppeng. Atas dasar itulah, Mahkamah Partai Golkar menolak penggugat.

Sebelumnya pada saat proses rekapitulasi tingkat provinsi, KPU Soppeng dilaporkan ke Bawaslu Sulsel atas adanya dugaan penggelambungan suara di Soppeng.  Setelah melalui sidang, Bawaslu memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran di daerah tersebut sehingga Supriansa sah dan meyakinkan lolos ke Senayan, berhak mendapat kursi ke 2 dari Partai Golkar melalui Dapil 2.

Tetapi anehnya nama Supriansa terdaftar di Mahkamah Konstitusi dalam gugatan Partai Golkar dengan Termohon KPU RI.

“Perkara yang tidak dapat direkomendasi untuk diberikan persetujuan tertulis ke Mahkamah Konstitusi RI” ujar Supriansa.

Dengan dasar itulah, Supriansa mengaku heran dengan sikap kedua koleganya itu. Ia pun berharap kepada Ketua Umum Partai Golkar dan jajaran pengurus yang terkait agar mencari siapa pelaku yang mempermainkan hasil keputusan Mahkamah Partai itu. “Saya meyakini bahwa jika ada oknum yang bermain dibalik terdaftarnya nama saya di MK padahal bertentangan dengan hasil Sidang Mahkamah Partai sebaiknya di proses secara hukum agar kewibawaan parati Golkar selalu terpancar kepada semua kader partai Golkar. karena sikap itu tidak mengindahkan hasil sidang keputusan Mahkamah Partai” tegas mantan Wabup Soppeng ini.

Supri melanjutkan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam menyikapi masalah ini sebab ia mengaku telah dipermainkan. Selama ini dirinya diam sebab sadar sebagai anggota dan kader baru di Golkar. “ini sudah keterlaluan maka saya akan menempu jalur hukum dan melaporkan secara pidana orang-orang yang sudah menyerang pribadi saya” tegasnya.