September 2019, tahapan Pilwalkot dan Pilkada serentak 2020 di Sulsel sudah mulai

Editor : AS

Online24, Makassar – Pilkada serentak 2020 di Sulawesi Selatan akan memasuki masa tahapan pada Bulan September 2019. Itu artinya, persiapan calon walikota, pemerintah serta KPU sudah harus mempersiapkan perencanaan pasca sidang Mahkama Konsitutusi yang menyidangkan sengketa Pilpres dan Pileg 2019.  Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, untuk tahap awal ini pihaknya akan mempersiapkan menyusun aturan teknis Pilkada 2020. Aturan itu nantinya tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) tentang tahapan, program dan jadwal Pilkada 2020.

“Kami merencakan membuat PKPU tentang tahapannya bulan Juni ini ya. Jadi PKPU tahapan  itu bisa digunakan oleh para pihak untuk mempersiapkan dirinya” kata Arief. Sementara Pilkada serempak sesuai jadwal, akan di laksamana pada bulan September 2020 yang akan diikuti 273 daerah termasuk Makassar yang pelaksanaan Pilkadanya tertunda beberapa bulan lalu.

Di Sulawesi Selatan sendiri Pilkada serentak akan digelar di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Bulukumba, Kabupaten Gowa serta Kabupaten Selayar.

Arief mengatakan bahwa seluruh KPU yang akan mengikuti Pilkada serentak tahun 2020 sudah harus mempersiapkan perencanaan pada bulan Juni 2019 sebab tahapan sudah akan dimulai pada bulan September 2019.

“Pada bulan September itu sudah mulai action melaksanakan tahapan. Jadi harus jauh sebelum itu menyusun peraturan supaya bisa segera, karena yang perlu tahu kalau regulasi itu berubah kan bukan hanya penyelenggara pemilu, tapi peserta pemilu juga. Termasuk masyarakat,”   Imbuh Arif.

Di Makassar sendiri sejumlah bakal calon walikota telah melakukan sosialiasi untuk memperkenalkan diri pada masyarakat. Selain nama nama yang pernah mengikuti konstestan Pilwalkot Makassar seperti Moch. Ramdhan Pomanto, Syamsul Rizal, Rusdin Abdullah, Munafri Arifuddin, Rachmatika Dewi, Irman Yasien Limpo, Idris Manggabarani sejumlah tokoh dari berbagai kalangan terlihat telah mempersiapkan diri. Contoh, mantan Direktur Utama dan Pemimpin Redaksi Harian Fajar Sukriansa S Latief,  Dokter Onassis, Ketua DPRD Makassar Farouk MBetta, Husain Abdullah Jubir Wapres.