8 Hasil Riset  Unismuh Makassar  Berpotensi Dipatenkan

Editor : Muhammad Tohir

Online24,Makassar- Direktorat  Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI,  Handi Nugraha, SH,MH meminta  hasil penelitian atau hasil riset yang dilakukan dosen maupun mahasiswa Unismuh Makassar  yang dianggap berpotensi untuk segara didorong  untuk dipantenkan.

“ Hasil riset  yang bisa dipatenkan tidaklah  terlalu sulit, jika dalam hasil riset tersebut  ditemukan ada hal yang baru ditemukan maka itu bisa diusulkan untuk dipantenkan,”ujar Handi Nugraha.

Andi Nugraha mengemukakan hal tersebut,  dalam acara sosialisasi Pengenalan Technologi and Innovation Support Centers (TISC) dan Sistem Perlindungan Paten, di UBC, Jumat (28/06/2019).

Handi Nugraha memuji keseriusan Unismuh Makassar didalam mendorong kegiatan riset yang berpotensi untuk dipatenkan.

Dikatakan sosialisasi Pengenalan Technology and Innovation Support Centers (TISC) dan Sistem Perlindungan Paten yang dilaksanakan ini  adalah program kerjasama Unismuh Makassar dengan Kemenkum HAM.

TISC kata dia adalah program WIPO (World Intellectual Property Organisation) atau organisasi hak katas kekeyaan intelektual dunia yang mendorong kreativitas dan memperkenalkan perlindungan kekayaan intelektual ke seluruh dunia khususnya bagi negara – negara berkembang di dunia.

Ketua LP3M Unismuh Makassar, Dr Ir Abubakar Idham, yang ditemui disela-sela kegiatan sosialisasi TISC, mengatakan, di Unismuh Makassar ada tiga fakultas yang berpotensi hasil risetnya untuk dipatenkan, yakni Fakultas Teknik, Pertanian dan Kedokteran.

“Ada sekitar 8 hasil riset di tiga fakultas yang bisa diusulkan untuk dipatenkan,  yakni 3 hasil riset di Fakultas Pertanian, 4 hasil riset di Fakultas Teknik dan 1 di Fakultas Kedokteran,”ujar Abubakar.

Ada banyak keuntungan yang diperoleh jika hasil riset kita bisa dipatenkan, sebut Abubakar yakni, kalau hasil penelitian kita itu digunakan oleh sebuah perusahaan maka yang bersangkutan mendapatkan royalti dari perusahaan yang menggunakannya ini dari sisi ekonominya.

Sementara dari sisi ilmu pengetahuan yang bersangkuatan  tentu menjadi kebanggan, baik itu untuk dirinya maupun untuk institusinya.