Terkait Sengkata Lahan, Ini Tanggapan Pemilik Warkop Pojok

Editor : Muh. Idris

Online24jam, Makassar, – Menyikapi aksi protes yang dilayangkan pihak tergugat Hamsah Dg Lallo sebagai tergugat pada sengketa lahan di jalan Aroepala Kelurahan Kassi Kassi Kecamatan Rappocini, RT 04 RW 05, menjelang proses eksekusi pengosongan, dinilai terlalu mengada-ada. Pasalnya yang dimaksud dengan Daerah milik Jalan (Damija) adalah salah sasaran. Demikian disampaikan Rahmat pemilik Warkop Pojok selaku penggugat, Selasa (2/7).

“Mereka (tergugat) merasa keberatan karena yang akan kami pagari itu dianggap sebagai Damija. Padahal sesuai dengan akte tanah yang kami punya lahan yg sekarang mereka tempati adalah lahan pribadi kami.” Ujar Rahmat.

Penggugat menjelaskan, bahwa dulunya rumah tergugat itu tepat dibelakang warkop yang menghadap ke arah barat tepat di lorong 1. Jln Areopala. Setelah jalan Hertasning terbuka tergugat kemudian memutar haluan atau arah rumahnya menghadap jalan dan menempel ke dinding warkop. Yang kebetulan masuk dalam area lahan pribadi penggugat sesuai akte jual beli bernomor 20.01.13.07.1.22444. Tahun 2013. Sertifikat Hak milik no. 22444. Sehingga penggugat merasa berhak untuk menyegel dan menggunakan kembali lahan tersebut yang kini ditempati tergugat.

Peta lahan sesuai akte jual beli milik penggugat Rahmat. Di jln Aroepala.

Sebagaimana diketahui bahwa langkah tersebut juga sesuai putusan Pengadilan Negeri Makassar, dengan terbitnya Surat ekseskusi pengosongan yang di terima seauai dengan putusan Pengadilan Makassar No 17/Pdt.G/2016/PN Makassar tanggal 19 Januari 2017, Putusan Pengadilan Tinggi Makassar, No 366/PDT/2017 tanggal 27 November 2017.

“Sudah adami putusannya, jadi tidak bisa mi mengelak.” tegas Rahmat.

Terkait putusan itu, rumah tergugat bakal terkurung dan tidak memiliki akses jalan karena sebelumnya lokasi rumah tergugat memang tidak pada tempatnya. Karena menghadap barat di lorong 1.

“Saya tidak menduga bisa terima surat eksekuai dari pengadilan. Kalau na eksekusiki ini lahankah, tidak adami jalan lagi untuk kerumah.” ujar Hamsah di sebuah pemberitaan media online.

Meski Demikianan Hamsah tetap mengaku pasrah dengan keputusan tersebut.