Ini Rencana JK Setelah Tak Jadi Wapres

Editor : Asri Muhammad
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sambutan dalam pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018  di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). INASGOC/Wahyudin/pras/18.
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sambutan dalam pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). INASGOC/Wahyudin/pras/18.

Online24, Makassar – Setelah masa jabatannya usai sebagai Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengaku akan kembali fokus untuk melakukan berbagai kegiatan sosial. JK akan kembali aktif mengurus agama, pendidikan dan aktif di Dewan Masjid Indonesia (DMI).

“Kalau saya istirahat 100 hari lagi, kembali kepada pekerjaan semula, ialah urus sosial, DMI, urus agama, urus dewan masjid. Urus pendidikan, urusan sosial lainnya dan juga tentu memberikan sumbangan pikiran,” jelas JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Mantan Ketum Golkar ini menceritakan kariernya selama di pemerintahan yang mencapai 20 tahun. Sebelum menjadi wakil presiden, JK mulai menjabat sebagai menteri.

“Saya di pemerintahan hampir 20 tahun, karier saya itu bertahap sama dengan tentara. Mulai dari perwira menengah dulu baru perwira tinggi. Saya menteri, habis menteri jadi Menko, dari Menko jadi wapres,” lanjut JK.

Selama menjabat, hanya posisi presiden yang tidak pernah dicapai JK.”Cuman yang nomor satu tidak bisa dicapai. Kalah saya waktu 2009 itu, tapi artinya pengabdian itu kan tergantung situasinya,” ujar JK.

Dalam pemerintahan, JK pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan (1999-2000) dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (2001-2004). JK juga menjabat 2 kali sebagai wakil presiden (2004-2009 dan 2014-2019).

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu