Gubernur Kepri Tersangka Suap Rencana Reklamasi

Editor : Asri Muhammad
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. (foto : int)

Online24, Makassar – Setelah terjaring dalam OTT, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nurdin diduga menerima suap terkait dengan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri tahun 2018/2019.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu NBA (Nurdin Basirun), EDS (Edy Sofyan), BUH (Budi Hartono), dan ABK (Abu Bakar),” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan saat konferensi pers di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Selain Nurdin, Edy Sofyan sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri Budi Hartono, serta Abu Bakar sebagai pihak swasta, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti dilansir detik.com, Nurdin disangkakan menerima suap dan gratifikasi dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Edy dan Sofyan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Abu Bakar sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk sangkaan suap, Nurdin diduga menerima sejumlah pemberian dari Abu Bakar melalui Edy. Setidaknya ada dua kali penerimaan yang dicatat KPK, yaitu sebesar SGD 5.000 dan Rp 45 juta pada 30 Mei 2019 serta sebesar SGD 6.000 pada 10 Juli 2019.

Sedangkan untuk sangkaan gratifikasi, KPK menyita dari rumah Nurdin sejumlah uang dalam berbagai pecahan mata uang, antara lain SGD 43.942 (Rp 456.300.319,3), USD 5.303 (Rp 74.557.528,5), Euro 5 (Rp 79.120,18), RM 407 (Rp 1.390.235,83), Riyal 500 (Rp 1.874.985,75), dan Rp 132.610.000. Total nilai uang yang disita di rumah Nurdin ada Rp 666.812.189,56.