Bupati Indah Jadi Narsum Diklatpim III, Peserta Ingin Pindah ke Luwu Utara

Editor : Andhika BD
Bupati Indah saat memberikan materi pada peserta Diklatpim
Bupati Indah saat memberikan materi pada peserta Diklatpim

Online24, Makassar – Tiba-tiba saja ada peserta Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) TK. III Angkatan XXII yang bertanya dan ingin pindah ke Luwu Utara. Ia melontarkan keinginannya pada Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani yang didaulat menjadi narasumber pada Diklatpim tersebut, Senin (19/8/19) kemarin di Kantor LAN RI, Makassar.

Inovasi dan bupati yang lahir dari akademisi menjadi kekaguman tersendiri bagi salah satu peserta Diklatpim itu. “Bu boleh pindah ke Luwu Utara?” tanya salah satu peserta diikuti tepuk tangan dari peserta lainnya.

Sekadar informasi, 40 peserta Diklatpim ini berasal dari pelbagai wilayah diantaranya Kabupaten Kepulauan Aru, Kota Palopo, Kabupaten Mimika, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Halmahera Tengah, Luwu Utara, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Bulukumba.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Indah yang sudah sering tampil sebagai narasumber ini memberi materi terkait ASN dan inovasi. “Di era modern pola erja harus diubah dengan membangun jaringan, kolaborasi, dan konektivitas, membangun nilai dan budaya kerja, mengembangkan inovasi dan pengetahuan, mengurangi diskusi dan memperbanyak eksekusi,” sebut Indah.

Yang juga penting, lanjut Indah adalah pemerintah harus lebih banyak mendengar.

“Banyak yang jago bicara tapi tidak bisa menjadi pendengar yang baik, sebagai pemerintah kita harus terlatih untuk mendengar sampai tuntas agar tahu langkah apa yang akan diambil. Jangan hanya mengandalkan pendekatan struktural, tapi bangun hubungan emosional dengan pendekatan kultural sesama rekan kerja, keluarga, hingga masyarakat. Sebab jika hanya mengandalkan struktural hanya akan menimbulkan arogansi sedang kultural melahirkan kearifan dan kebijakan,” tutur bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Tak lupa Indah juga berpesan agar tak menjadikan jabatan sebagai cara untuk memperkaya diri. “Tapi jadikan jabatan sebagai ladang pengabdian,” tegas IDP. (*)