Mengembalikan Peradaban Gowa Lewat Dialog Menangkap Pesan Leluhur

Editor : Muh. Idris

Online24jam, Makassar, – Mengutip dari Wikipedia, Kabupaten Gowa yang dulunya dikenal sebagai Wilayah Kerajaan, merupakan kerajaan maritim yang besar pengaruhnya di perairan Nusantara. Bahkan dari kerajaan ini juga muncul nama pahlawan nasional yang bergelar Ayam Jantan dari Timur, Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI.

Sayangnya sebagai kerajaan yang dulu tersohor, Gowa tidak lagi berjaya, kerajaan ini malah memberikan warisan terbesarnya, yaitu Pelabuhan Makassar dan Pasar Pabaeng-baeng. Beranjak dari situlah, Yayasan Budaya Bugis Makassar mencoba merangkul seluruh pemerhati budaya utamanya masyarakat Gowa untuk menggelar Dialog Budaya dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk membicarakan kemasan Gowa dalam rangka “Menangkap Pesan Leluhur”.

Salah satu inisiator Ahmad Pidris Zain saat ditemui mengatakan, dialog tersebut akan dilaksanakan untuk membicarakan tentang pengembalian adat istiadat di Gowa. Dengan harapan ada satu visi yang sama yang endingnya mengembalikan peradaban Gowa dan kejayaannya.

“Karena ini satu pesan yang dilakukan oleh leluhur secara turun temurung dan peluang itu ada sekarang.” Ungkap Dg. Sisila sapaan akrab Ahmad Pidris.

Foto bersama dengan sejumlah panitia dialog “Menangkap Pesan Leluhur” Yayasan Budaya Bugis Makassar, di Warkop Tosil jln. Tun Abdul Razak.

“Wattunna mi. Terlebih sekarang peradaban Gowa sangat jauh dari potensi yang ada padahal Gowa punya segalanya. Baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Kami mau Gowa lebih dikenal diluar dengan ciri khasnya dengan begitu kita bisa mendatangkan wisatawan dan investor. Poterangi Adatka ri Biasanna. (Mengembalikan Adat Sebagaimana Mestinya:Red)” tegasnya.

Menurutnya dengan mengembalikan adat Gowa sebagai Kota Adat, ditakini akan ada sirkulasi ekonomi yang juga punya dampak pada masyarakat Gowa. Olehnya itu impian besar itu dimulai dengan menggelar dialog. Dan rencananya dialog dibagi tiga sesi yakni

1. Dialog Budaya tgl. 28 September 2019
2. Simposium tgl. 26 Oktober 2019, dan
3. Semiloka tgl. 23 November 2019.