Dosen Pendidikan Akuntans FE UNM Melakukan Pelatihan e-SPT Kepada Dosen dan Pegawai FE UNM

Editor : Fahmi

Online24, Makassar – Salah satu kewajiban bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah melakukan pelaporan pajak melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, yang harus dilakukan paling lambat 31 Maret pada setiap tahun. Keterlambatan dalam pelaporan SPT Tahunan tersebut akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp100 ribu. Untuk mempermudah pelaporan tersebut, sejak tahun 2014 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah meluncurkan program pelaporan pajak dengan e-filing.

E-filing adalah suatu cara penyampaian SPT secara elektronik yang dilakukan secara daring (online) dan waktu nyata (real time) melalui internet pada website DJP. Dengan e-filing, Wajib Pajak dapat lebih mudah melakukan pelaporan pajak karena dapat melakukannya setiap saat dan dimana saja tanpa perlu ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).Meskipun demikian, dalam kenyataan masih banyak Wajib Pajak yang kesulitan dalam melakukan pelaporan pajak khususnya, pelaporan SPT Tahunan PPh Pasal 21.

Melihat fenomena tersebut, M. Ridwan Tikollah dan Samsinar, keduanya dosen pada Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM), tergerak untuk melakukan Pelatihan e-SPT Tahunan PPh Pasal 21 yang dikenal dengan e-filing kepada dosen dan pegawai dalam lingkungan FE UNM sebagai Wajib Pajak pegawai tetap.

Kegiatan yang merupakan bentuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada 06 September 2019 bertempat di Ruang Rapat Senat FE UNM dibuka oleh Dekan FE UNM yang diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. Thamrin Tahir, M.Si. Dalam sambutan pada pembukaan kegiatan, Prof. Thamrin Tahir menyampaikan bahwa kegiatan ini penting karena pelaporan SPT Tahunan dengan e-filing merupakan kewaijban Wajib Pajak yang harus dilakukan setiap tahun.

Oleh karena itu, Guru Besar FE UNM itu berharap para peserta tidak kasak-kusuk lagi pada saat pelaporan SPT Tahunan dengan e-filing, bahkan lebih dari itu dapat membantu dosen dan pegawai yang lain yang tidak sempat ikut dalam kegiatan ini dalam pengisian e-filing.

Dalam pemaparan materi, Ridwan menyampaikan bahwa pelaporan SPT Tahunan dengan e-filing bagi pegawai tetap merupakan hal yang mudah karena hanya memindahkan nilai yang ada dalam bukti pemotogan pajak PPh Pasal 21 oleh Bendahara atau yang dikenal dengan formulir 1721 A1 (bagi pegawai tetap pada lembaga non pemerintah) atau formulir 1721 A2 (bagi pegawai tetap pada instansi/lembaga pemerintah). Oleh karena itu dalam pengisian e-filing diperlukan adanya bukti pemotongan pajak tersebut.

Samsinar menambahkan, dokumen pendukung lain hanya diperlukan jika Wajib Pajak pegawai tetap tersebut memperoleh penghasilan selain dari penghasilannya sebagai pegawai tetap, misalnya memiliki usaha.

Pada akhir kegiatan, Ridwan yang juga Ketua Tax Center UNM menyampaikan kesiapannya bersama Samsinar untuk mendampingi para dosen dan pegawai FE UNM dalam pengisian e-filing jika diperlukan.