Makassar Menari Pakarena Flashmob “Seberapa Indonesianya Kamu”

Editor : Muh. Idris
Komunitas Indonesia Pa'rasangan ta saat latihan Tari Pakarena di Anjungan Pantai Losari, Kamis,(19-9-2019).
Komunitas Indonesia Pa'rasangan ta saat latihan Tari Pakarena di Anjungan Pantai Losari, Kamis,(19-9-2019).

Online24jam, Makassar, – KEBERAGAMAN merupakan ciri khas nusantara sejak lahirnya Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika menjadi bingkai keberagaman budaya dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keberagaman budaya dan kearifan lokal di setiap daerah merupakan kekayaan budaya nusantara dan merupakan identitas bangsa Indonesia. Dengan berpegang pada penghormatan terhadap keberagaman kita dapat menyelamatkan kehidupan masyarakat.

Kita perlu mengajak generasi muda untuk memaknai kembali ke-Indonesiaan kita dengan mengeksplorasi nilai-nilai budaya sejarah nusantara, menumbuhkan kembali kecintaan pada tanah air. Salah satunya melalui gerakan kebudayaan dalam bentuk menari bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dengan berbagai perbedaan yang disatukan dalam satu gerakan yang harmonis dan selaras sebagai perwujudan dari kesatuan dan keberagaman. Sehingga kita dijauhkan dari pengabaian terhadap makna Bhinneka Tunggal Ika. Dimana kita adalah masyarakat yang beragam dan majemuk. Sehingga tidak menjadikan perbedaan sebagai sebuah pertentangan, tapi sebuah anugerah untuk kita lebih menjaga persaudaraan dan perdamaian di bumi nusantara.

INDONESIA.ID menginisiasi kegiatan budaya dalam bentuk Menari Massal (Flashmob) untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi dan bersatu padu dalam tarian khas lokal untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan keberagaman dalam mengukuhkan persaudaraan, toleransi dan rasa kebersamaan sebagai sebuah bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengangkat dan mempopulerkan kembali, budaya lokal yang mulai terpinggirkan atau bahkan punah karena adanya pergeseran nilai di era modernitas dan perkembangan teknologi saat ini.

Gerakan Budaya ini mengajak masyarakat mempertanyakan kembali, “SEBERAPA INDONESIANYA KAMU” kita sebagai warga Indonesia. Tarian bersama ini menjadi bentuk tantangan yang bergulir ke beberapa daerah di Indonesia. Jakarta mengawali dengan Tari Cokekan yang menantang Bandung untuk menarikan tarian tradisionalnya. Bandung menyambut dengan Tari Ketuk Tilu. Tantangan dilanjutkan Bandung ke Medan dengan Tari Ahoii. Terus berlanjut tantangan Medan ke Jember yang menarikan Tari Pandhalungan dan Makassar menarikan bersama Tari Pakarena dengan Tema: “Indonesia Pa’rasangata” yang artinya Indonesia Kampung Halamanku.

Pemilihan Tari Pakarena didasarkan pada pertimbangan bahwa tari ini mulai jarang ditampilkan. Tari Pakarena adalah tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang diiringi alat musik berupa gendang, kannong-kannong, gong, kancing dan pui-pui (alat music tiup). Tari Pakarena merupakan tarian tradisional warisan budaya kebanggaan masyarakat Suku Bugis.

Tari Pakarena pertama kali ditampilkan pada abad ke 17 saat Pangali Patta Raja dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata. Tari Pakarena Gantarang diciptakan konon berkaitan dengan kemunculan Tumanurung. Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi. Petunjuk yang diberikan berupa symbol-simbol gerakan yang kemudian dikenal sebagai Tari Pakarena Gantarang. Tari Pakarena berawal dari kisah perpisahan penghuni negeri kayangan dengan penghuni bumi zaman dahulu. Sebelum berpisah, penghuni negeri kayangan mengajarkan kepada penghuni bumi mengenai tata cara hidup, bercocok tanam hingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan, badan dan kaki. Gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual ketika penduduk di bumi menyampaikan rasa syukur pada penghuni langit. Setiap gerakan memiliki makna khusus. Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir Tarian Pakarena. Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam, menunjukkan siklus kehidupan manusia. Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya cermin irama kehidupan. Tari Pakarena menjadi tarian khas masyarakat Sulawesi yang sarat akan pesan agung.

Flasmob Tari Pakarena akan dilaksanakan pada Sabtu, 21 September 2019, Pukul 16.00 Wita bertempat di Anjungan Pantai Losari Makassar dengan melibatkan kurang lebih 1.000 penari dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi. Pemerintah Kota Makassar juga mengambil peran penting mendukung kegiatan ini dengan mengimbau kepada seluruh SKPD dan masyarakat untuk ikut menari Bersama melalui Surat Edaran Bapak PJ Walikota. Turut melestarikan tarian tradisional merupakan wujud dari upaya merawat keberagaman budaya Indonesia.

Mari, kita rayakan Keberagaman Indonesia dengan Menari Bersama Tari Pakarena karena Indonesia Pa’rasanganta.