Kurangi Pemanasan Global SMPN 4 Tenggarong Wajibkan Satu Siswa Tanam Satu Pohon

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Kutai Kartanegara, – Untuk mengurangi pemanasan global, banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah menanam pohon sebanyak-banyaknya. “Menanam pohon merupakan cara paling efektif mengurangi pemanasan global. Semakin banyak pohon yang ditanam, semakin banyak karbon dioksida yang diserap dan semakin banyak produksi oksigen. Untuk ikut berpartisipasi dalam pengurangan pemanasan global ini, kami meminta para orang tua, siswa dan semua warga sekolah termasuk guru menanam minimal satu pohon di sekolah kami,” ujar Agus Suparmanto, kepala Sekolah SMPN 04 Tenggarong, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini juga bertujuan agar sekolah semakin asri dan nyaman, hal ini dilakukan setelah ikut pelatihan Program PINTAR bersama Tanoto Foundation, Kemenag dan Dinas Pendidikan.

“Untuk program ini, awalnya kami rapat bersama orang tua siswa baru yang tergabung dalam paguyuban kelas. Pak Sugiono, Bu Rita Sinaga, Pak Maman sebagai wali kelas bersama ketua komite juga hadir dalam rapat itu. Dalam curah pendapat yang kami lakukan, para orang tua ingin terlibat dalam semua kegiatan di sekolah. Salah satunya dalam pengelolaan lingkungan sekolah. Nah akhirnya disepakati, semua warga sekolah baik orang tua siswa, siswa dan pendidik akan menanam minimal satu pohon di sekolah,” ujar Agus.

Akhirnya pada pertengahan September kemarin, program mulai dijalankan. Sebagai awalan, semua orang tua siswa kelas satu yang berjumlah 80 orang berkumpul dan menanam pohon di lahan di sekolah. Kebetulan sekolah memiliki lahan yang luasnya mencapai dua hektar. Bibit-bibit pohon terdiri dari rambutan, mangga, durian, cempedak, kelapa, jambu air, jambu biji, blimbing, klengkeng, jeruk dan petai ramai-ramai ditanam di sebagian lahan tersebut.

Masing-masing pohon kemudian diberi nama siswa dengan kertas yang dilaminating. Tanda itu menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk merawatnya.

“Kelak yang merasakan panennya tidak hanya anaknya namun juga cucu-cucunya ketika bersekolah di SMP ini. Program ini juga akan berkontribusi terhadap produksi oksigen di sekeliling sekolah, sehingga anak-anak bermain dan berolahraga tidak akan kekurangan supply oksigen. Hasil buah-buahannya nanti juga bisa dijual untuk membiayai kegiatan pembelajaran di sekolah,” ujar pak Sugiono salah satu wali kelas satu SMP 4 Tenggarong.

Rencananya pada hari-hari tertentu, sekolah akan mengadakan program makan sehat bersama. “Untuk mengakrabkan warga sekolah, suatu saat kita akan mengadakan kegiatan makan sehat bersama, salah satunya adalah buah-buahan yang dihasilkan di kebun sekolah ini,” ujarnya.

“Semuanya berbasis kesukarelaan. Kami tidak menentukan jumlah dan kapan waktunya. Kami intens diskusi tentang kebutuhan-kebutuhan siswa dan sekolah lewat grup whatsapp yang kami bentuk untuk tiap-tiap paguyuban kelas. Lewat cara ini kami berusaha selalu terbuka dan akuntabel dengan orang tua siswa,” ujar Agus menutup.