Peringati Hari Santri Nasional, Ini Pesan Bupati Luwu Utara

Editor : Asri Muhammad

Online24, Luwu Utara – Pesantren merupakan laboratorium perdamaian, tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dihadapan ratusan santri se Kabupaten Luwu Utara saat menjadi inspektur upacara pada peringatan hari santri ke-4 di Pondok Pesantren Al-Falah, kecamatan Bone-Bone, Selasa (22/10/2019).

Indah mengatakan, setidaknya ada beberapa alasan mengapa pesantren disebut laboratorium perdamaian. Seperti santri yang menjunjung tinggi kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, pesantren punya metode mengkaji dan mengaji, para santri biasa diajarkan untuk khidmah, pesantren punya pendidikan kemandirian, kerjasama dan saling membantu di kalangan santri, pesantren punya gerakan kesenian dan sastra.

Di pesantren juga tempat lahirnya beragam kelompok diskusi, pesantren merawat khazanah kearifan lokal, serta para santri yang punya prinsip maslahat.

“Pada peringatan hari santri tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya UU nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren. Dengan UU tentang pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” ungkap Indah.

Indah menekankan, santri berasal dari bahasa sanskerta yang artinya membaca/melek huruf. Maka dari itu para santri harus rajin membaca, kalau bisa kembaca setiap buku yang tersedia di perpustakaan ponpes.

“Pendidikan itu harus berlangsung sepanjang hidup. Banyak kebiasaan baik yang didapat dari pondok, jangan sampai kebiasaan itu hilang setelah keluar dari pondok, tapi harus sebaliknya, sebarkan kebiasaan baik itu,” tutup orang nomor satu di Lutra ini.

Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Luwu Utara, Nurul Haq, dan Kadis Perhubungan Luwu Utara, Abdul Hakim.