Penelitian BakTi : Reses Para Wakil Rakyat Lebih Seremonial

Editor : Muh. Idris

Online24jam, Makassar,- Reses anggota DPRD merupakan salah satu cara untuk menyerap aspirasi masyarakat lebih bersifat seremonial dan tidak tepat sasaran. Bahkan berdasarkan riset yang dilakukan oleh yayasan BakTi, beberapa reses yang selama ini dilakukan oleh legeslatif juga fiktif.

Penegasan ini disampaikan oleh Lusi Palulungam SH, dari Yayasan BakTi berbicara didepan peserta Pelatihan Penyusunan Kebijakan Publik Anggota Legeslatif Perempuan Di Sulsel yang dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di MGH Selasa (12/11/19).

Berdasarkan riset tersebut reses konvesional yang selama ini dilakukan tidak efektif,sehingga tujuan reses itu sendiri tidak tercapai. Karenanya menurut Lusi, reses partisipatif jauh lebih baik dan tepat sasaran.

“reses partisipatip ini sangat membantu para anggota dewan untuk mensosialisasikan apa saja yang telah mereka lakukan selama ini,” ujarnya.

Selain itu reses partisipatif lebih banyak melakukan fokus diskusi sehingga lebih terarah dan tepat sasaran. termasuk dari peserta reses merupakan kelompok-kelompok masyarakat yang ada.

“kelebihan lain dari reses partipasif ini karena adanya notulensi setiap reses sehingga ada catatan yang akan menjadi acuan dan progres kerja para anggota dewan,” tegasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa reses partisipatif melibatkan pihak media dalam setiap kegiatannya, sehingga terinformasikan kegiatan mereka kepada masyarakat. Pelatihan ini sendiri diikuti oleh para perwakilan anggota DPRD perempuan se sulsel, dengan harapan bisa mendorong para wakil rakyat ini bisa mendorong kebijakan-kebijakan yang pro raktyat.

[fbcomments]