Menderita Kanker Mata Stadium Tiga, Bocah Asal Maros ini Kehilangan Mata Kirinya

Editor : Andhika BD

Online24, Maros – Bocah lima tahun di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Syamsir, harus kehilangan biji mata, gegara penyakit yang dideritanya. Syamsir divonis dokter mengidap retinoblastoma atau kanker mata stadium tiga. Akibatnya, biji mata sebelah kanan Syamsir, harus dioperasi dan diangkat oleh tim dokter.

Ia dioperasi sepekan yang lalu, di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar. Ayah Syamsir, Basri (31), mengatakan awalnya, putranya tersebut hanya mengidap penyakit mata biasa.

Makanya, kata dia, putra semata wayangnya tersebut hanya diobati menggunakan ramuan tradisional. Bukannya sembuh, penyakit mata yang diderita putranya malah semakin parah.

“Penyakit matanya tak kunjung sembuh, bahkan lambat laun muncul benjolan, yang semakin hari semakin membesar,” kata Basri.

Karena mata putranya yang tak kunjung sembuh, Basri dipanggil pulang ke Maros oleh istrinya, Risma (29). Basri setahun yang lalu, memang merantau di Papua.

Dirinya bekerja sebagai nelayan di provinsi paling timur Indonesia tersebut. “Demi anak, saya putuskan kembali ke Maros untuk merawatnya. Kerjaan di Papua saya tinggalkan,” ujarnya.

Setibanya di Maros, Basri mengaku mulai merawat putranya tersebut. Termasuk, mengurus kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan buat Syamsir. Saat Syamsir mulai dirawat, Basri malah digugat cerai oleh istrinya, Risma. Proses cerai Risma dan Basri, kini tengah bergulir di Pengadilan Agama (PA) Maros.

Risma memutuskan pulang ke rumah orang tuanya, sedangkan Basri menetap di rumahnya, Dusun Tebbang’e, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Maros.

“Sejak itu, saya yang merawat Syamsir seorang diri, karena ibunya pulang ke orang tuanya. Termasuk pulang pergi ke Makassar, untuk checkup kesehatan Syamsir,” ujarnya.

 

(Achmad)

[fbcomments]