Terkait Sengketa Lahan, Warga Bara baraya Aksi Depan Pengadilan Negeri

Editor : Muh. Idris

Online24jam, Makassar, – Sejak tahun 2017 sengketa lahan di Bara baraya membuat sejumlah warga Bara-Baraya harus berurusan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar dengan nomor perkara : 255/Pdt.G/2017/PN Mks.

Sementara warga yang mengaku telah menempati objek tanah tersebut sejak tahun 1960an dengan bukti alas hak kepemilikan. Mencoba bertahan dari lokasi Kodam XIV Hasanuddin yang dulunya menjadi tempat okupasi asrama TNl-AD.

Melalui perjuangan Warga bersama Aliansi Bara Baraya Bersatu, siang tadi menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Makassar. Dalam tuntuntanya itu, mereka mengatakan gugatan Nurdin DG. Nombong pada PN Makassar dinyatakan tidak diterima. Kemudian diperkuat dengan putusan Tingkat Banding dengan Nomor : 501/PDT/2018/PTMks.

Dimana putusan itu dinilai tidak menghentikan “sikap arogansi’ Nurdin Dg. Nombong. Yang menggugat 40 warga Bara-Baraya. Dalam orasinya mereka juga mengatakan beberapa kali persidangan gugatan Nurdin Dg. Nombong tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Pada tahapan sidang mediasi, yang seharusnya dihadiri oleh para pihak prinsipal, berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan, namun Nurdin Dg. Nombong selaku pihak prinsipal penggugat tidak pernah menghadiri persidangan walau telah dipanggil secara patut oleh pihak pengadilan.

Ketidakhadiran Nurdin Dg. Nombong pada sidang mediasi seharusnya menjadi pertimbangan hakim sebagai bentuk tidak adanya itikad baik. Sehingga pihak hakim harusnya menghentikan perkara ini. Namun hakim tetap memutuskan untuk melanjutkan persidangan perkara tersebut, hal ini menimbulkan pertanyaan. Selain itu memunculkan pertanyaan siapa sebenamya sosok Nurdin Dg. Nombong yang mengaku ahli waris dari objek yang dipersengketakan, dan tidak pernah berani muncul bertemu dengan warga.

” Warga Bara-Baraya yang telah hidup dan menguasai objek tanah selama bertahun tahun tentu tidak akan pernah menyerah dan kami akan tetap mempertahan hak kami.” ujar salah seorang demonstran dalam orasinya.

Maka dari itu mereka dari Aliansi Bara-Baraya Bersatu menyatakan menuntut pengadilan Negeri Makassar menerapkan prinsip prinsip peradilan yang bersih dan jujur; serta mendesak Hakim Pemeriksa Perkara secara hati-hati dan teliti dalam memeriksa Perkara.

Menurut mereka Pengadilan Negeri Makassar tidak berwenang mengadili perkara ini karena gugatan yang diajukan Nurdin Dg. Nombong merupakan Gugatan sengketa waris yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama.

Aksi ini tidak begitu mendapat pengawalan namun tetap tertib hingga akhir aksi mereka. Rencananya aksi ini akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka tercapai.

[fbcomments]