Jadikan Kampus Sebagai Pusat Peradaban, FMDKI Gelar Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional 

Editor : Andhika Bd

Online24, Makassar  –  Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional (TADKN) yang dilaksanakan oleh Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) dibuka dengan resmi oleh Dr. Rohana selaku Pembina Lembaga Dakwah Kampus Indonesia, bertempat di Pusat Dakwah Muslimah, Jalan Antang Raya No.41 Makassar, Jumat (27/12/2019) lalu.

Dalam sambutannya, dokter Rohana menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan TADKN ini karena merupakan wujud kepedulian mahasiswa yang mengalami degradasi moral dan akhlak.

TADKN ini dihelat dengan tema umum “Rekontruksi Pergerakan Dakwah Kampus Menuju Peradaban Yang Bermartabat”.

Hadir sebagai Keynote Speaker, Guru Besar Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin Prof. Meta Mahendradatta.

Dalam sambutannya, Prof Meta sapaan akrabnya, memberikan kajian dengan mengutarakan perpaduan antara energi spiritualitas dan intelegtualitas. Dia berharap semua peserta memahami pentingnya ilmu pengetahuan atau kemampuan akademik kepada para Aktifis dakwah.

Kegiatan pembukaan dirangkaikan dengan Sharing Session Dakwah Kampus yang menghadirkan Luthfah Djambrud selaku pembicara dengan tema Menguatkan Pilar Pemuda Menuju Peradaban yang Bermartabat.

Dalam materinya Dia menyampaikan, seluruh pilar-pilar Aktivis dakwah zaman sekarang harus mampu mencontoh cara para Rasul terdahulu dalam berdakwah.

“Bagaimana peran pemuda dalam pengembangan peradaban Islam? Kita bisa mencontoh Sahabat Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu yang mengatakan bahwa “jika aku sedang mengalami kesulitan maka yang aku cari adalah Pemuda”, maka dari sinilah kita mengambil contoh bagaimana Umar mengandalkan para Pemuda dalam pemecahan masalah Umat,” tutur Trainer dan Daiyah Nasional ini.

Ketua FMDKI Pusat Fauziyah Ramdani berpesan kepada seluruh peserta agar para aktifis yang tersebar keseluruh daerah semakin kokoh mengembang dakwah serta bersinergi bersama para aktifis lainnya.

Sebagai peserta, hadir puluhan utusan FMDKI daerah se Indonesia yang kemudian mengikuti beberapa rangkaian TADKN yakni Konsolidasi Pengurus FMDK se Indonesia, Diklat Kepemimpinan, dan Basic Islamic Media Training (BIMT). (*)

[fbcomments]