Hatti Sulsel: Ancaman Longsor Pasti Terjadi, Ini Solusinya

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Makassar, – Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (Hatti) kini hadir di Makassar, Sabtu (11-01-2020) kemarin kantor baru mereka baru saja di resmikan. Hatti sendiri merupakan para tenaga ahli dibidang analisi struktur tanah.

Menyinggung soal bagaimana kondisi pertanahan di Sulsel terkait cuaca ekstrem di awal 2020 yang melanda wilayah ini, mereka menuturkan bahwa pada dasarnya dibeberapa wilayah memang rawan longsor. Tapi ada titik tertentu dari beberapa lereng yang dinilai sangat rawan. Yakni lereng yang memiliki tanah Vulkanik. Utamanya wilayah Selatan. Seperti Kab. Gowa, Bawakaraeng, apalagi dengan cuaca ekstrem seperti sekarang ini.

“Pada dasarnya seluruh daerah pengunungan atau perbukitan itu pasti rawan longsor, namun ada jenis-jenis tanah tertentu, atau lereng yang memang rawan, yaitu lereng yang mengandung tanah vulkanik seperti yang ada di lereng Gunung Bawakaraeng, itu sangat rawan sekali longsor,” ujarnya saat ditemui dalam acara peresmian kantor baru Hatti Sulsel di ruko Citraland, Kabupaten Gowa.

Antisipasinya menurut dia ialah mengimbau bagi masyarakat yang berada di bagian lereng sebaiknya mencari tempat yang aman dulu untuk sementara waktu.

“Dengan prediksi BMKG, bahwa Sulsel ini akan ada curah hujan tinggi, hampir pasti akan ada longsor. Jadi perlu diimbau kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lereng supaya mencari tempat yang aman pada saat terjadi hujan berkepanjangan,” katanya.

Dosen Geoteknik di kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang membeberkan, mengingat akhir akhir ini curah hujan tinggi dan juga angin yang cukup kencang melanda wilayah Sulsel, sehingga sudah hampir dipastikan jika bencana longsor tidak dapat dihindari.

Ia mengatakan, wilayah Sulawesi Selatan berpotensi mengalami longsor adalah daerah jalur pemukiman, perbukitan, pegunungan, serta aliran sungai. Di antaranya Kabupaten Gowa, Sinjai, Luwu Timur, Luwu Utara, Toraja, Toraja Utara, dan Enrekang.

Sementara ketua Umum Hatti Cab. Sulsel, Dr. Eng. Tri Harianto, ST, MT mengatakan, “Beberapa studi dan pangamatan yang kami lakukan, kalau kita terapkan tehnologi geotehnik dengan tepat tidak akan ada masalah selama tehnologi atau struktur yang diberikan tepat, maka tidak ada dampak yang cukup berbahaya.”

Tehnologi yang dimaksudkan disini adalah tergantung dari struktur tanah yang akan dibanguni pondasi.

“Jadi biasanya kami analisa dulu, survey investigasi terhadap struktur tanahnya dari situlah kami mendesain jenis pondasi atau perkuatan tanah yang kami berikan.” paparnya.

Olehnya itu, ia juga menyarankan sebelum melakukan pembangunan di wilayah tertentu, sebaiknya melibatkan orang-orang yang mengerti. Kerjasama itu bukan hanya pada satu institusi saja, tapi tentu saja terintegritasi dengan semua pihak.

[fbcomments]