Iran Hujani Israel dengan Rudal Balasan, Timur Tengah Siaga Satu

banner 468x60

Online24, Makassar –  Ketegangan di Timur Tengah meledak ke titik paling berbahaya. Iran resmi melancarkan serangan balasan besar-besaran ke wilayah Israel setelah serangan militer yang menghantam sejumlah target strategis di ibu kota Teheran memicu kemarahan Teheran.

Serangan balasan itu diumumkan langsung oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai operasi respons cepat terhadap apa yang mereka sebut sebagai “agresi terbuka”. Gelombang rudal balistik dan drone tempur dilaporkan meluncur menuju berbagai kota di Israel, memicu sirene perang dan kepanikan warga sipil.

Sirene Meraung, Warga Israel Masuk Bunker

Militer Israel langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara berlapis untuk mencegat serangan. Otoritas keamanan memerintahkan masyarakat berlindung di bunker dan tempat perlindungan darurat.

Aktivitas publik di sejumlah wilayah lumpuh. Sekolah ditutup, penerbangan terganggu, dan sebagian pusat ekonomi menghentikan operasional sementara akibat ancaman serangan lanjutan.

Situasi tersebut menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam konflik kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Teheran Diguncang Serangan Awal

Eskalasi ini bermula dari operasi militer gabungan Israel bersama Amerika Serikat yang melancarkan serangan pendahuluan ke sejumlah fasilitas strategis Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Ledakan keras dilaporkan mengguncang sejumlah titik di Teheran, termasuk area yang diduga berkaitan dengan infrastruktur militer dan keamanan nasional.

Serangan tersebut diklaim sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman keamanan regional, terutama terkait program rudal dan nuklir Iran.

Tak berhenti di Israel, laporan internasional menyebut Iran juga mengarahkan ancaman terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia. Beberapa negara di Timur Tengah langsung meningkatkan status keamanan dan menutup sebagian wilayah udara.

Pengamat geopolitik menilai situasi ini berpotensi menyeret kawasan ke konflik regional terbuka jika eskalasi tidak segera dikendalikan.

Dunia Menahan Napas

Komunitas internasional kini menyoroti perkembangan konflik dengan kekhawatiran tinggi. Keterlibatan kekuatan besar dan serangan lintas negara meningkatkan risiko perang skala luas yang dapat mengguncang stabilitas global, termasuk energi dan ekonomi dunia.

Jika kedua pihak terus saling membalas, Timur Tengah bukan lagi sekadar zona konflik terbatas — melainkan medan perang terbuka yang dampaknya bisa menjalar hingga ke seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *