Online24, Buriram – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengirim pesan tegas kepada para rivalnya setelah tampil impresif pada sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Thailand 2026 yang digelar Sabtu, 28 Februari 2026, di Chang International Circuit, Buriram.
Start dari posisi lima besar pada seri pembuka musim ini bukan sekadar hasil positif bagi seorang rookie. Performa tersebut memperlihatkan bahwa Veda berpotensi menjadi pengganggu serius dominasi pembalap Eropa di kelas ringan kejuaraan dunia.
Adaptasi Cepat Jadi Kunci
Moto3 dikenal sebagai kelas paling kompetitif di ajang Moto3 World Championship, di mana selisih waktu antarpembalap sering kali hanya terpaut sepersekian detik.
Namun pada sesi Q2 yang berlangsung Sabtu siang waktu setempat, Veda mampu menjaga konsistensi lap time sekaligus memanfaatkan slipstream secara efektif. Catatan waktunya menempatkan pembalap binaan Honda Team Asia tersebut di baris kedua grid start.
Bagi seorang debutan, hasil ini menjadi indikator adaptasi cepat terhadap motor, tekanan kompetisi global, serta karakter lintasan yang dikenal teknis.
Pole Almansa Tegaskan Dominasi Spanyol
Pole position berhasil direbut pembalap Spanyol, David Almansa, yang tampil agresif sepanjang sesi kualifikasi dengan catatan waktu tercepat.
Persaingan di barisan depan juga dihuni nama-nama kuat seperti Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, serta Maximo Quiles, yang memiliki pengalaman duel rapat khas Moto3.
Kehadiran para pembalap tersebut membuat balapan diprediksi berlangsung ketat sejak lampu start padam.
Balapan Moto3 Grand Prix Thailand 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung Minggu, 1 Maret 2026, di sirkuit yang sama. Start dari barisan depan memberi keuntungan strategis besar bagi Veda untuk tetap berada dalam rombongan utama.
Di trek cepat wilayah Thailand itu, peluang overtaking terbuka lebar melalui kombinasi slipstream dan pengereman akhir, strategi yang kerap menentukan hasil di kelas Moto3.
Lebih dari sekadar hasil kualifikasi, pencapaian ini menunjukkan bahwa Veda bukan hanya tampil sebagai kejutan awal musim. Jika mampu menjaga konsistensi serta menghindari insiden pada fase awal lomba, peluang podium bahkan bukan hal mustahil.
Seri Thailand kini berpotensi menjadi panggung pembuktian pertama bahwa Indonesia kembali memiliki talenta yang siap bersaing di level tertinggi balap motor dunia.











