Online24,Maros– Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Maros resmi membuka bimbingan manasik haji reguler musim haji 1448 H/2027 M sekaligus menerima kepulangan jemaah haji tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Agung Maros, Kecamatan Turikale, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Maros Chaidir Syam dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Sulawesi Selatan H. Iqbal Sama, jajaran Forkopimda Plus, Kepala Kemenag Maros, Ketua PCNU Maros, pimpinan KBIHU, serta ratusan calon jemaah haji.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Sulsel, H. Iqbal Latif, mengatakan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 secara umum berjalan baik dan mendapat apresiasi dari masyarakat.
“Alhamdulillah, haji 2026 telah selesai dan mayoritas masyarakat Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan terima kasih serta merasa puas terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Karena jadwal dari Pemerintah Arab Saudi semakin maju, maka persiapan untuk musim haji 2027 juga kami lakukan lebih awal,” katanya.

Iqbal menjelaskan, kuota sementara Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 sebanyak 463 jemaah. Namun jumlah tersebut masih berpeluang bertambah karena penetapan kuota mengacu pada daftar tunggu atau waiting list.
“Kuota sekarang berbasis waiting list. Siapa yang jumlah pendaftarnya lebih banyak, maka kuotanya juga lebih besar. Untuk Maros masih ada kemungkinan bertambah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan Sulawesi Selatan tetap memperoleh kuota sekitar 9.630 jemaah, sementara kuota prioritas lansia tetap diberikan sebesar lima persen. Kabupaten Maros mendapatkan alokasi 10 jemaah lansia.
Terkait evaluasi penyelenggaraan haji, Iqbal menyebut sebanyak 25 jemaah asal Sulawesi Selatan meninggal dunia selama musim haji 2026.
“Evaluasi kami ke depan adalah memperketat istitaah kesehatan. Kami juga mengimbau calon jemaah mulai sekarang menjaga kesehatan, menyiapkan biaya pelunasan, dan meluruskan niat untuk beribadah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kemenhaj Kabupaten Maros H. Ahmad Ihyadin melaporkan dari 628 jemaah haji Maros, sebanyak 626 orang telah kembali ke tanah air, sedangkan dua jemaah meninggal dunia di Makkah usai wukuf, yakni H. Sangkala dan Hj. Naharia.
Ia juga menyampaikan bahwa pembinaan manasik haji di Maros terus mendapat apresiasi hingga tingkat nasional.
“Musim haji 2027, jumlah sementara calon jemaah haji Maros sebanyak 453 orang ditambah 10 jemaah lansia. Kami berkomitmen meningkatkan pembinaan melalui 40 kali pertemuan, terdiri dari 20 kali secara daring melalui Zoom dan 20 kali tatap muka di Masjid Agung maupun Aula PLHUT,” ungkap Ahmad Ihyadin.
Menurutnya, inovasi tersebut dilakukan agar kualitas pembinaan tetap terjaga sekaligus mempertahankan prestasi Maros sebagai daerah dengan pembinaan haji terbaik yang telah diraih selama empat tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2024, 2025, dan 2026.
“Kami mengusung tagline ‘Berbenah Tanpa Henti Menghadirkan Layanan Haji yang Humanis, Profesional dan Adaptif’. Kami berharap Maros kembali menjadi yang terbaik pada musim haji 2027,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Maros Chaidir Syam secara resmi membuka pelaksanaan manasik haji reguler 2027 dan mengajak seluruh calon jemaah memanfaatkan proses pembinaan dengan sebaik-baiknya.
“Manasik haji merupakan bekal penting sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah Kabupaten Maros mendukung penuh upaya peningkatan kualitas pembinaan yang dilakukan Kementerian Haji agar seluruh jemaah mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik, sehat, mandiri, dan kembali menjadi haji yang mabrur,” ujar Chaidir.
Pemerintah Kabupaten Maros juga memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara haji atas suksesnya pelaksanaan haji 2026 dan berharap kualitas pelayanan kepada jemaah terus ditingkatkan pada musim haji berikutnya.











