Online24jam, Makassar, – Sebagai langkah antisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) memasuki musim hujan, Forum Sulawesi Selatan Peduli berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Rappocini menggelar kegiatan pengasapan atau fogging di wilayah RT 04 RW 11, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menekan potensi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi penyebab penularan penyakit DBD.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan menyasar sejumlah titik, mulai dari lingkungan rumah warga, selokan hingga area pekarangan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Ketua Forum Sulsel Peduli, Akmal Asnawi, mengatakan bahwa kegiatan fogging tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tindakan nyata dalam membantu masyarakat mengantisipasi ancaman penyakit DBD.
“Kami tidak ingin menunggu ada korban dulu baru bergerak. Fogging ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan. Kami berterima kasih kepada PMI Rappocini yang telah bersedia berkolaborasi serta kepada warga yang sangat kooperatif membuka rumahnya,” ujar Akmal.
Sementara itu, Ketua RT 04 RW 11, Lenny Tolokende, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kepedulian Forum Sulsel Peduli bersama PMI Kecamatan Rappocini yang telah hadir membantu menjaga kesehatan lingkungan masyarakat.
Menurutnya, upaya pemberantasan nyamuk tidak cukup hanya melalui fogging, tetapi juga harus diikuti dengan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
“Warga kami sangat senang. Setelah fogging ini, kami juga akan menggerakkan kembali gotong royong 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas agar jentik nyamuk tidak kembali berkembang biak,” kata Lenny.
Selain melakukan pengasapan, tim gabungan juga memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengantisipasi gejala DBD dengan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam tinggi.
Forum Sulsel Peduli menyatakan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan sosial dan kesehatan serupa di sejumlah wilayah lain di Kota Makassar, khususnya kawasan yang dinilai rawan terhadap penyebaran DBD.
Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah penyebaran penyakit DBD.











