Hadiri Peresmian Masjid Amir Hamzah di TIM, JK Beri Pujian dan Masukan

Online24, Jakarta – Ketua Dewan Masjid (DMI) Jusuf Kalla (JK) memuji konsep pembangunan masjid Amir Hamzah yang terdapat di lingkungan Taman Islmail Marzuki Jakarta Pusat. Menurut JK konsep pembangunan masjid yang dibangun di lingkungan seniman tersebut terkesan tranparan karena dindingnya terbuat dari kaca. Namun demikian JK mengingatkan bahwa bangunan yang dindingnya terbuat dari kaca cenderung tidak dapat meredam suara sehingga suara di dalam masjid menjadi menggema. Hal itu disampaikan JK saat memberikan sambutan pada peresmian masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat, Jumat 03 Juli 2020, oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“saya mengapresiasi ini masjid karena transparan jadi kita bisa tau siapa saja yang hadir, jadi selain dicatat oleh Allah juga kita bisa tau. Namun ini ada resikonya, karena biasanya bangunan yang terbuat dari kaca akan susah dalam menangkap suara, jadinya suara akan mengaung. Semoga ini nanti ada solusinya” ujar JK dalam sambutannya.

JK juga berharap masjid di TIM ini kelak tidak hanya menjadi tempat beribadah sholat dan mengaji namun juga sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengurusi kehidupan kesehariannya.
“ Masjid itu bukan hanya tempat kita sholat dan mengaji tapi bagaimana bisa masjid itu juga memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Jadi harus memberi urusan duniawi juga kepada masyarakatnya, karena doa kita setiap habis sholat selalu meminta kebaikan dunia dan akhirat” lanjutnya.

Masjid Amir Hamzah yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut merupakan revitalisasi masjid yang dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin 43 tahun silam. Masjid yang mengambil nama sastarwan besar Indonesia ini mulai direvitalisasi pada era Anies Baswedan dengan konsep futuristik, clean dan modern dan memiliki daya tampung sebanyak 250 jemaah dengan luas masjid beserta plaza shalat mencapai 800 meter persegi. Lokasi masjid ini dipindahkan ke bagian komplek TIM, berdekatan dengan pintu masuk utama antara Gedung Teater Jakarta, Graha Bakti Budaya dan Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ).