Menkes Beri Penghargaan dan Santunan Kepada Nakes Gugur di Sulsel

Online24, Maros – Menteri Kesehatan bersama menteri pembangunan manusia dan kebudayaan serta Kepala BNPB melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Maros, Sulawesi selatan pada rabu sore, (08/07/20)

Kunjungan menteri kabinet Indonesia maju ini untuk memberikan penghargaan dan santunan kematian kepada tenaga kesehatan di Sulsel yang gugur dalam menangani kasus Covid-19. Penyerahan penghargaan dan santunan dilakukan di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin.

Rombongan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putrato datang bersama rombongan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy bertolak dari Papua menggunakan pesawat milik TNI Angakatan Udara, dan mendarat pada pukul 17.30 Wita di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto didampingi oleh Kepala Gugus Tugas Covid-19 Nasional Doni Monardo mengatakan, pemberian penghargaan dan santuan ini merupakan apreasi dari pemerintah pusat kepada mereka yang telah mengabdikan jiwa dan raganya dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan penanganan covid-19.

Terawan menjelaskan, beberapa nama dokter dan perawat yang mendapatkan perhargaan tersebut yakni, dr Bernadethe Albertina Fancincius yang bertugas di RS Bhayangkara, dr Herry Demokrasi Nawing SpA, bertugas di RSUP Wahidin Sudiro Husodo, dr Teodorus Singara SpK bertugas di RS Dadi, Umar S Kep Ns perasat di RS Nene Malomo, Saidi AmD, Kepala Puskesmas Tonrorita. 

“Sungguh rasa duka dan kehilangan dari kami atas wafatnya kelima petugas kesehatan yang merupakan dokter ahli dan tenaga kesehatan. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Terawan dalam sambutannya. 

Dia melanjutkan, selain memberikan santunan untuk para pahlawan kesehatan ini, Kemenkes juga memberikan tanda penghargaan kepada kelima dokter tersebut, karena dedikasi dan pengorbanannya yang luar biasa dalam menangani covid 19. 

“Saya mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan yang bekerja keras. Negara tidak akan lupa akan jasa-jasa yang telah diberikan oleh para pahlawan ini,” tambahnya. 

Pemberian penghargaan dan santunan bagi tenaga kesehatan yang gugur saat bertugas ini diwakili oleh keluarga almarhum. Adapun jumlah santunan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp 300 juta. 

Sementara itu, salah satu istri tenaga kesehatan yang mendapatkan santunan, Hj Samsina mengaku sulit untuk menerimanya. Dia berada di posisi antara sedih karena harus rela kehilangan suaminya dan senang karena perjuangan suaminya sebagai tenaga kesehatan di Kabupaten Gowa tidaklah sia-sia karena mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan.

(Achmad)