Diskusi Rutin BRO-PROF, Danny Pomanto Sosialisasikan 5000 Lorong Sehat dan Lorong Wisata

dprd-makassar

Online24, Makassar – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto kembali menggelar diskusi Forum Birokrasi – Professor (BRO-PROF) bertajuk “Strategi Implementasi Konsep 9 Tahun Pendidikan Semua Harus Sekolah Mendukung 5000 Lorong Sehat/Lorong Wisata” yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Minggu (25/7/2021).

Dalam Diskusi yang delar rutin tersebut, Danny Pomanto menjelaskan tujuan serta sangkut pautnya pendidikan dan program 5000 lorong sehat dan lorong wisata yang akan diusungnya ini.

“Program ini adalah sebuah gerakan simultan yang esensial. Di satu pihak, pendidikan adalah sumber dari semua perkembangan dan pertumbuhan pembangunan. Di lain pihak, lorong menjadi bagian ikon mungkin dari Kota Makassar dan menjadi sel kota yang kita lihat menjadi bagian yang kita fokuskan dan perkuat secara bersama-sama. Jadi pendidikan kuat harus didukung dengan bagaimana kesejahteraan masyarakat kecil di lorong-lorong, terutama pada lorong wisata dan lorong sehat,” jelasnya.

“Jauh sebelum pandemi, lorong sehat juga menjadi bagian dari inovasi Pemkot Makassar yang sudah mendapatkan penghargaan secara nasional, kita masuk dalam 99 Sinovic,” lanjut Danny yang sudah dua periode menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Dia juga mengatakan hal penting yang bisa dilakukan saat ini adalah bagaimana cara pemerintah bisa menyatukan antara pendidikan dan kehidupan rakyat kecil yang ada di lorong.

“Hal-hal yang bisa dilakukan adalah konsolidasi, termasuk konsolidasi terhadap hal-hal yang esensial, seperti pendidikan dan kehidupan rakyat kecil yang ada di lorong. Akhir dari semua yang kita bahas di forum ini adalah inputnya ialah perwali yang merupakan produk hukum, agar bisa segera diterapkan menjadi SOP di pendidikan, kesehatan, dan kecamatan,” ujarnya.

Danny juga akan melibatkan ibu-ibu PKK dalam rancangan program 5000 lorong sehat dan lorong wisata yang akan melibatkan sektor pendidikan.

“Saya melihat banyak hal menarik yang dikembangkan oleh teman-teman Diknas. Termasuk saya coba memanggil ibu-ibu PKK, karena persoalan pendidikan ini yang lebih konsert itu ibu-ibu, maka saya akan kumpulkan PKK. Saya mau bikin hasil Forum BRO-PROF yang tertuang di setiap pembangunan SD selama ini karyanya Bapak Tongko yang saya kira harus di update dalam kebutuhan yang telah dirumuskan minggu lalu,” katanya.

“Nah, sejak saat itulah ibu PKK ini jalan dan mengontak asosiasi arsitek, lalu kemudian dia sudah keliling serta melihat sekolah-sekolah yang memiliki lahan luas yang dibuatkan sekolah yang namanya S3 (Sombere Smart School),” lanjut Danny lagi.

Dalam kegiatan ini juga, dihadiri oleh 4 penanggap masing-masing bernama Prof. Arismunandar, Prof. Nur Sadik, Prof. Jamaluddin Jompa, dan Prof. Masrurah Mokhtar. Prof. Sukri Palutturi selaku moderator dan diikuti juga oleh semua guru dari SD dan SMP Kota Makassar.

Pemkot Makassar