Srikandi Mendominasi Pemilihan RT/RW di Makassar, 9 Perempuan Terpilih di Kelurahan Barana

Pemilihan RT RW

Regional405 Views
banner 468x60

Online24jam, Makassar, — Pemilihan Ketua RT dan RW di Kota Makassar kali ini menorehkan catatan menarik. Dominasi kaum perempuan tampak jelas, khususnya di Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, di mana seluruh pengurus RW yang terpilih merupakan perempuan. Total ada 9 perempuan yang dipercaya warga memimpin wilayahnya masing-masing.
Fenomena ini menjadi simbol bangkitnya peran perempuan dalam kepemimpinan lingkungan, sekaligus menepis stigma bahwa perempuan lemah dalam urusan pelayanan dan pengambilan keputusan di tingkat akar rumput.

Ketua RW 04 Kelurahan Barana, Sitti Annisa, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan warga. Ia menyebut terpilihnya perempuan sebagai pemimpin wilayah merupakan momentum penting bagi kaum perempuan untuk membuktikan kapasitas dan pengabdian mereka.

“Alhamdulillah, karena akhirnya perempuan bisa tongji. Waktunya srikandi membuktikan bahwa yang terbaik bukanlah yang dianggap lemah, tetapi yang mau berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk warga,” ujar Annisa.

Sebagai langkah awal, Annisa telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan segera dijalankan. Di antaranya adalah pembersihan lingkungan di masing-masing RT, perbaikan wilayah seperti pengerukan drainase dan pengelolaan sampah, serta pendataan ulang warga yang belum menerima bantuan sosial (bansos).
Tak hanya fokus pada infrastruktur dan administrasi, perhatian terhadap ketertiban sosial juga menjadi agenda penting. Menjelang pergantian tahun, Annisa menegaskan perlunya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan remaja.

“Anak-anak perlu diarahkan agar tidak bermain petasan, tidak membuat keributan, dan tidak berkeliaran hingga larut malam yang bisa menimbulkan keresahan warga,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Barana, Herman SAT, menyambut positif dominasi perempuan dalam struktur RT dan RW di wilayahnya. Menurutnya, perempuan memiliki kepekaan sosial yang kuat dan berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat.

“Perempuan bisa jadi pemimpin, kenapa tidak? Mereka bisa membantu banyak hal, mulai dari pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, hingga pendataan warga kurang mampu. Bahkan, sangat jarang kita temukan perempuan melakukan penyelewengan,” kata Herman.

Ia berharap kepemimpinan para srikandi di Kelurahan Barana mampu menghadirkan perubahan nyata dan program-program yang berkelanjutan.

“Kita hanya bisa berdoa semoga ke depan program-program yang direncanakan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Terpilihnya sembilan perempuan sebagai Ketua RW di Kelurahan Barana menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan bukan sekadar simbol kesetaraan, tetapi kekuatan nyata dalam membangun lingkungan yang lebih tertib, peduli, dan berdaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *