Online24jam, Makassar, — Gerakan Pramuka di SMA Islam Terpadu Raffasya Baitul Makmur (SMA IT RBM) Makassar resmi terbentuk. Kehadiran organisasi kepanduan tersebut ditandai dengan diterbitkannya nomor Gugus Depan (Gudep) Gerakan Pramuka 09.017 dan 09.018 untuk SMA IT RBM Makassar pada Senin, 5 Januari 2026.
Kepala SMA IT RBM Makassar, Muhammad Ardy Ali, menyebut terbitnya nomor gudep tersebut sebagai kado awal tahun yang membanggakan bagi sekolah.
“Ini merupakan kado awal tahun yang kami terima langsung dari Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Makassar, Hj Fatmawati Rusdi,” ujar Ardy, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, kehadiran Gerakan Pramuka di satuan pendidikan sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, kreatif, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan kepramukaan ini sejalan dengan prinsip 8B yang diterapkan Ketua Yayasan SIT RBM, H Makmur Ante Pasau,” tambahnya.
Ardy juga memberikan apresiasi kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA IT RBM Makassar, Irwansyah, S.Pd, atas konsistensinya dalam mengembangkan berbagai program kesiswaan di sekolah tersebut. Selain Pramuka, pembinaan terhadap Paskibra dan Palang Merah Remaja (PMR) juga terus dimaksimalkan.
Senada dengan itu, Irwansyah menilai terbitnya nomor gudep semakin memperkuat legalitas dan eksistensi kegiatan ekstrakurikuler di SMA IT RBM Makassar.
“Kepala sekolah telah mengimbau kami untuk terus mengembangkan citra sekolah dari berbagai aspek, termasuk melalui organisasi kesiswaan. Dengan adanya nomor gudep ini, kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Pramuka, kini memiliki dasar legal yang kuat,” ungkap Irwansyah yang juga menjabat sebagai Koordinator Ekstrakurikuler di sekolah berlantai tujuh tersebut.
Ia berharap, keberadaan Gugus Depan Pramuka SMA IT RBM Makassar dapat menjadi wadah pembinaan karakter siswa sekaligus mencetak generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia. (#)
—
Jika ingin, saya juga bisa menyesuaikan gaya bahasanya agar lebih formal, lebih populer, atau disesuaikan dengan media tertentu.











