Cuaca Ekstrem, ASN hingga Sekolah di Maros Diizinkan WFA dan Daring

banner 468x60

Online24, Maros— Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros diberikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja.

 

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan kebijakan ditujukan bagi ASN yang tempat tinggalnya berada di wilayah terdampak banjir maupun kondisi cuaca ekstrem lainnya.

 

“Dan ini memang kondisi yang sangat ekstrem. Tadi di upacara kita umumkan bahwa seluruh ASN yang berada di lokasi-lokasi yang memang kondisinya ekstrem kita izinkan untuk melaksanakan WFA (Work From Anywhere) dengan izin kepala OPD-nya,” katanya usai upacara di Lapangan Pallantikang, Senin, 12 Januari 2026.

 

Selain ASN, pihaknya juga memberikan kelonggaran bagi aktivitas pendidikan.

 

Dinas Pendidikan telah diimbau agar sekolah-sekolah yang terdampak banjir atau cuaca ekstrem dapat melaksanakan pembelajaran secara daring.

 

“Kita sudah menghimbau kepada Dinas Pendidikan bagi sekolah-sekolah yang mungkin terdampak banjir ataupun kondisi saat ini bisa diizinkan untuk melakukan pembelajaran secara daring untuk anak-anak kita,” ujarnya.

 

Mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan, saat ini wilayah yang terdampak banjir berada di Kecamatan Maros Baru.

 

Sementara itu, angin puting beliung dilaporkan menyebabkan dampak cukup parah di Maros Baru dan Kecamatan Turikale.

 

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

 

“Berdasarkan pengumuman dari BMKG, kita akan siaga sampai tanggal 20 Januari. Beberapa kecamatan diharapkan tetap waspada hingga tanggal tersebut,” tutupnya.

 

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri, menyebutkan saat ini wilayah Sulsel masih berada pada puncak musim hujan.

 

Hal tersebut ditandai dengan tingginya akumulasi curah hujan bulanan yang disertai potensi angin kencang dan petir.

 

Meski demikian, ia menegaskan intensitas hujan diperkirakan tidak akan terlalu ekstrem karena tidak adanya pengaruh kuat fenomena El Nino maupun La Nina.

 

“Kondisi cuaca saat ini tergolong netral,” ujarnya.

 

Ia juga menyebut sejumlah wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan mulai memasuki puncak musim hujan, seperti Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Barru.

 

Syamsul mengimbau pemerintah daerah melalui BPBD untuk melakukan langkah antisipatif, seperti pemangkasan pohon rawan tumbang dan pembersihan saluran air.

 

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik guna mencegah terjadinya banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *