Online24,Maros-Anggota DPRD Kabupaten Maros, Marjan Massere, resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani sidang terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam sidang akademik tersebut, Marjan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, sekaligus mencatatkan diri sebagai doktor pertama di lingkup DPRD Maros.
Ia juga tercatat sebagai doktor ke-10 pada Bidang Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, serta menjadi doktor ke-69.209 di Indonesia.
Gelar akademik tertinggi itu diraih setelah Marjan berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“Proses Politik dalam Formulasi Kebijakan Pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros.”
Dalam pemaparannya, Marjan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada generasi muda.
Di balik capaian akademiknya, Marjan mengungkap perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Saat menyampaikan sambutan usai sidang promosi, ia tampak berkaca-kaca mengenang kedua orang tuanya, khususnya almarhum ibundanya.
“Walaupun ibu sudah tiada, saya yakin beliau pasti bangga melihat saya hari ini. Semua perjuangan ini tidak lepas dari cinta dan doa orang tua,” ujarnya.
Marjan juga mengenang didikan keras sang ayah yang membentuk karakter disiplin dan kejujuran dalam dirinya sejak kecil.
Ia menceritakan pengalaman masa kecil yang terus membekas hingga kini.
“Saya pernah mengambil mangga tua yang jatuh di kebun orang. Saat ditanya, saya jujur bilang saya pungut di pohon orang. Ayah saya langsung menghantamkan mangga itu ke muka saya,” tuturnya.
Peristiwa tersebut, kata Marjan, menjadi pelajaran berharga tentang integritas.
“Ayah saya bilang saya tidak boleh mencuri. Padahal saya hanya pungut. Bahkan saya pernah digantung terbalik. Tapi semua itu membuat saya berdiri kuat sampai sekarang,” ungkapnya.
Selain keluarga, Marjan juga menyebut Bupati Maros Chaidir Syam sebagai sosok yang berpengaruh dalam perjalanan politiknya.
Ia mengaku banyak belajar tentang kepemimpinan dan nilai kemanusiaan dari kepala daerah tersebut.
“Saya belajar memanusiakan manusia dari beliau. Itu pelajaran politik yang sangat berarti bagi saya,” katanya.
Marjan berharap capaian akademiknya dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas kebijakan publik di Kabupaten Maros.
Menurutnya, pendekatan akademik penting untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah memiliki dasar kajian ilmiah serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Gelar ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Maros,” tutupnya.
















