Delapan Kecamatan Terdampak Banjir di Maros

Nasional, News29 Views
banner 468x60

Online24, Maros– Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (22/2/2026).

 

Berdasarkan data sementara yang diterima pemerintah daerah menunjukkan sedikitnya delapan kecamatan terdampak.

 

Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengungkapkan wilayah yang terdampak banjir di antaranya Kecamatan Tompobulu, Turikale, Maros Baru, Bantimurung, Marusu, Lau, Simbang, hingga Moncongloe.

 

“Untuk data sementara yang kami terima, ada beberapa kecamatan terdampak seperti Tompobulu, Turikale, Maros Baru, Bantimurung, dan Marusu,” katanya.

 

Dia merinci, di Kecamatan Tompobulu, banjir terjadi di Desa Bontomanai serta Desa Tompobulu, khususnya di Dusun Tombolo dan Dusun Pattiro Baji.

 

Sementara di Kecamatan Turikale, genangan air dilaporkan merendam kawasan sepanjang aliran sungai, meliputi wilayah Pasandang, Pakere, Bambu Runcing hingga Pallantikang. Selain itu, banjir juga terjadi di Kelurahan Boribellayya dan Kelurahan Pettuadae, termasuk Lingkungan Kassi.

 

Di Kecamatan Maros Baru, banjir merendam Desa Borikamase, Desa Borimasunggu, serta beberapa wilayah lain seperti Pallantikang, Data, dan Tekolabbua.

 

Wilayah lainnya yang terdampak yakni Kecamatan Lau tepatnya di Kelurahan Mattirodeceng, Kecamatan Bantimurung di Desa Alatengae, Kecamatan Simbang di Desa Bontotallasa dan Desa Tanete Dusun Bukkamata, serta Kecamatan Moncongloe di Desa Moncongloe Lappara.

 

Sementara itu, di Kecamatan Marusu, banjir dilaporkan terjadi di Dusun Kampala.

 

Meski demikian, Chaidir menyebut kondisi banjir di sebagian wilayah mulai berangsur surut.

 

“Kondisi banjir rata-rata sudah mulai surut, kecuali yang masih tergenang di Kecamatan Marusu, Maros Baru, dan Lau,” jelasnya.

 

Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

 

Hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah KK yang terdampak banjir.

 

“Ada sekitar 7.500 jiwa yang terdampak bencana banjir. Terparah di Kampala Kecamatan Marusu dan Mattirodeceng Kecamatan Lau,” katanya.

 

Sementara itu Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, potensi hujan diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir Februari mendatang.

 

“Intensitas hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Kabupaten Maros,” ungkapnya.

 

Maka dari itu, ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir.

 

“Apalagi potensi hujan diprediksi akan terjadi hingga akhir Februari,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *