Online24,Maros – TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pertanian menggelar panen raya padi dalam rangka mendukung Program Asta Cita menuju ketahanan pangan nasional di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, serta kelompok tani.
Panen raya dilaksanakan di lahan sawah seluas 338 hektare yang merupakan total luas baku sawah Desa Bonto Tallasa. Sementara luas baku sawah Kecamatan Simbang mencapai 2.327 hektare dan luas baku sawah Kabupaten Maros tercatat 25.276 hektare.
Kelompok Tani (Poktan) Permata menjadi salah satu kelompok yang mengikuti panen dengan luasan sekitar 75 hektare menggunakan varietas padi Inpari 32/MR.
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana pertanian berupa lima unit traktor roda empat. Di wilayah tersebut sebelumnya telah tersedia 12 unit traktor roda dua untuk mendukung mekanisasi pertanian. Selain itu, sebanyak 70 paket sembako turut diserahkan kepada masyarakat.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan panen raya merupakan bentuk sinergi TNI dengan Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Panen raya ini merupakan kerja sama TNI dan Kementerian Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hasil panen di wilayah ini diperkirakan mencapai 5,5 hingga 6 ton per hektare,” ujarnya.
Ia menilai Desa Bonto Tallasa memiliki potensi pertanian yang besar karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan persawahan.
Menurut Bangun, Sulawesi Selatan hingga kini masih menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Ia mengungkapkan target cadangan beras di Sulsel setara 697.610 ton, sedangkan realisasi hingga semester pertama telah mencapai 520.629 ton atau sekitar 75 persen dari target.
Selain itu, serapan gabah setara beras telah mencapai sekitar 1,35 juta ton. Pangdam optimistis target tersebut akan terus meningkat seiring dimulainya musim panen raya di sejumlah daerah hingga November mendatang.
Ia juga memastikan petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen karena Bulog telah menetapkan harga pembelian gabah minimal Rp6.500 per kilogram.
“Gudang Bulog juga masih sangat mencukupi untuk menampung hasil panen petani sehingga produksi yang meningkat tetap dapat terserap dengan baik,” katanya.
Bangun turut menyoroti peran Babinsa dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, Babinsa tidak hanya mendampingi petani saat budidaya, tetapi juga membantu pengaturan distribusi air irigasi, memastikan penyaluran pupuk berjalan sesuai aturan, hingga mendukung program cetak sawah.
Selain itu, Babinsa juga berperan mengoordinasikan jadwal panen dengan Bulog sehingga proses penyerapan gabah dari petani dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
“Kerja sama Babinsa dengan Bulog sangat membantu. Informasi waktu panen dan perkiraan hasil panen dapat disampaikan lebih awal sehingga Bulog bisa langsung menyiapkan pembelian gabah dari petani,” tutupnya.













