Online24jam, Makassar, – Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak hanya dilakukan melalui fogging atau pemberantasan sarang nyamuk. Di Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, warga diajak memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar mereka, yakni kulit jeruk nipis, sebagai body lotion antinyamuk yang aman dan ramah lingkungan.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 18 Juli 2026 oleh Dr. Syamsuddin S., SKM., M.Kes bersama Rostina, S.ST., M.Kes. Program ini mengusung tema “Tindakan Pencegahan DBD pada Anak di Kelurahan Karuwisi melalui Pemanfaatan Ekstrak Kulit Jeruk Nipis sebagai Antinyamuk Alami Body Lotion.”
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, tentang pentingnya melindungi anak dari gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab DBD. Selain itu, peserta diperkenalkan pada inovasi pemanfaatan ekstrak kulit jeruk nipis sebagai bahan aktif pembuatan body lotion antinyamuk yang aman, ekonomis, sekaligus ramah lingkungan.
Acara tersebut dihadiri Lurah Karuwisi, kader PKK, kader kesehatan, dan masyarakat setempat. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan edukasi mengenai penyebab DBD, proses penularan penyakit, karakteristik nyamuk Aedes aegypti, gejala DBD pada anak, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tim pengabdian juga menekankan pentingnya membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengoptimalkan gerakan 3M Plus sebagai upaya efektif memutus rantai penyebaran DBD. Tidak hanya teori, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai manfaat kandungan alami kulit jeruk nipis sebagai penolak nyamuk, bahan-bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatan body lotion antinyamuk secara mandiri.
Sebagai bentuk tindak lanjut program, tim pengabdian menyerahkan produk body lotion antinyamuk berbahan ekstrak kulit jeruk nipis kepada masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Karuwisi. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif perlindungan bagi anak-anak dari gigitan nyamuk sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh sebagai solusi kesehatan berbasis lingkungan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan DBD harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami, upaya pengendalian DBD di Kelurahan Karuwisi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan melindungi anak-anak dari ancaman penyakit demam berdarah.











