Online24, Parepare – Pemerintah Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Parepare Tasming Hamid dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Kota Parepare yang digelar di Auditorium BJ Habibie, Kamis (13/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala UPTD, serta kepala sekolah se-Kota Parepare. Selain membahas koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi berbagai persoalan pelayanan masyarakat dan menyatukan langkah pemerintah di berbagai tingkatan.
“Kita komitmen pemerintahan ini tidak ada yang dibayar-bayar. Semua sesuai aturan yang berlaku. Jika ada yang melenceng dari itu, sampaikan kepada saya,” tegas Tasming.
Penegasan tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh jajaran pemerintah agar menjalankan tugas dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, serta tidak menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan.
Rakor juga menyoroti persoalan pelayanan masyarakat, termasuk tingginya aduan terkait kebakaran. Pemerintah mencatat terdapat sekitar 100 titik kebakaran yang menjadi bagian dari penanganan tim teknis di lapangan.
Wakil Wali Kota Parepare Hermanto meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat upaya pencegahan, termasuk membangun pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat maupun satuan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya pembelajaran akademik. Sekolah juga harus menjadi ruang pembentukan budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan.
“Kita akan turun memastikan. Jangankan kebersihan, foto wali kota dan wakil wali kota tidak dipajang di dalam kelas. Sampai anakta tidak tahu walikotanya,” kata Hermanto.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan murid dalam menjaga kebersihan sekolah. Menurutnya, pembiasaan tidak cukup hanya melalui instruksi guru, tetapi harus diwujudkan melalui praktik dan keteladanan bersama.
“Bagaimana anak kita bisa terlibat dalam kegiatan bersih-bersih kalau gurunya tinggal cerita, siswanya yang kerja saja?” ujarnya.
Hermanto mengatakan pihaknya akan turun langsung memastikan sekolah menerapkan pola hidup sehat sekaligus mendorong sekolah-sekolah melahirkan inovasi sesuai dengan potensi masing-masing.
Selain persoalan kebakaran dan lingkungan sekolah, rapat koordinasi juga membahas sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kelangkaan gas elpiji.
Pemerintah Kota Parepare mendorong jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi dan mencari solusi atas berbagai aduan masyarakat sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Melalui forum tersebut, seluruh jajaran pemerintah diharapkan memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Rakor menjadi ruang untuk menyatukan gerak pemerintah, mulai dari OPD, kecamatan, kelurahan, UPTD hingga satuan pendidikan, agar pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada kebijakan, tetapi hadir dalam tindakan nyata di lapangan. Rakor ini dipandu oleh Asisten III, Dede Harirustaman.











